spot_imgspot_img
Kamis 20 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Polres Pangandaran Amanakan Terduga Pelaku KDRT

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Seorang pria di wilayah hukum Polsek Padaherang Polres Pangandaran Polda Jabar, di amankan setelah di duga melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya.

‎Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu sekitar pukul 04.00 WIB.

‎Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana membenarkan adanya laporan kasus KDRT tersebut.

BACA JUGA:

Cekcok Dini Hari Berujung KDRT, Suami Hantam Kepala Istri Pakai Palu di Pangandaran

‎”Terduga pelaku telah kami amankan. Keluarga korban sudah melaporkan dan sudah membuat laporan di Polsek Padaherang,” kata Yusdiana, Kamis (20/8/2026).

‎Terkait kondisi korban, Yusdiana menyebut saat ini masih dalam penanganan medis.

‎”Untuk kondisi korban sampai dengan saat ini masih dalam penanganan medis,” jelasnya.

‎Informasi yang beredar, korban sempat di rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

‎Pihak kepolisian memastikan bahwa korban dan terduga pelaku merupakan pasangan suami istri.

‎”Ini pasangan suami istri di wilayah hukum Polsek Pangandaran,” ujar Yusdiana.

‎Untuk langkah selanjutnya, Polres Pangandaran melalui Polsek Padaherang telah melakukan pemeriksaan awal.

‎”Telah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan awal ya, pemeriksaan saksi dan tempat kejadian perkara. Seperti itu,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Serentak di 17 Provinsi, Polres Pangandaran Ikut Bergerak Tanam Bawang Putih

‎Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut di Polsek Padaherang.

‎Sebelumnya, aksi KDRT mengguncang warga Dusun Nanggewer, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran pada Rabu (19/8/2026) dini hari.

‎Seorang pria bernama Kurnaevin (22) nekat memukul kepala istrinya, Thania Nurjanah (21), menggunakan palu setelah terlibat pertengkaran hebat.

‎Kepala Desa Bojongsari, Yaya Sutiawan mengonfirmasi bahwa insiden penganiayaan tersebut bermula dari perselisihan sekitar pukul 04.00 WIB.

‎“Awalnya cekcok. Mungkin sesaat sebelum kejadian suasananya agak panas. Kemudian cekcok itu dibuntuti tindakan kekerasan,” kata Yaya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru