spot_imgspot_img
Selasa 18 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Holil Aksan Umarzen: Apdesi, BPD dan KNPI Kekuatan Strategis Perjuangan Garut Utara

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua Umum (Ketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen mengatakan, perjuangan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Garut Utara butuh kesinambungan gerakan, ikatan yang kuat serta pembagian peran yang jelas di tengah masyarakat.

Menurutnya, gagasan pemekaran Garut Utara bukan gagasan yang lahir secara tiba-tiba. Gagasan tersebut telah tumbuh dari visi dan aspirasi para Kepala Desa, alim ulama, tokoh masyarakat dan berbagai elemen masyarakat yang sejak lama melihat pentingnya pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat, pelayanan publik yang lebih efektif serta pemerataan pembangunan.

BACA JUGA:

Ketum PM Gatra Bicara Soal Tugu Perjuangan Alun-alun Limbangan

“Perjuangan hari ini merupakan kelanjutan dari gagasan dan cita-cita yang telah tumbuh sejak lama. Karena itu, kita harus memastikan tidak terjadi keterputusan antara gagasan yang di rintis para pendahulu dengan perjuangan yang kita lakukan sekarang,” tegas Holil Aksan Umarzen.

Pihaknya berharap, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), BPD dan KNPI tidak hanya menjadi bagian dari dukungan formal. Tetapi tampil sebagai kekuatan strategis di tengah masyarakat.

Menurutnya, Apdesi memiliki posisi penting melalui para kepala desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memahami persoalan pembangunan serta pelayanan publik.

BPD memiliki peran strategis dalam memperkuat representasi aspirasi masyarakat. Sedangkan KNPI memiliki kekuatan generasi muda yang dapat menghadirkan energi, kreativitas, gagasan dan komunikasi publik dalam mengawal masa depan Garut Utara.

Di sisi lain, alim ulama dan tokoh masyarakat tetap menjadi kekuatan moral dan sosial yang memberikan arah, keteladanan serta menjaga perjuangan agar tetap berada dalam semangat kemaslahatan dan persatuan.

“Kita tidak harus melakukan pekerjaan yang sama. Yang di perlukan adalah tujuan yang sama, ikatan yang kuat dan pembagian peran yang jelas. Dengan demikian, setiap unsur dapat bergerak di ruangnya masing-masing dengan saling menguatkan dalam satu perjuangan,” imbuhnya.

3 Pilar Kesinambungan Perjuangan

Ketum PM Gatra menegaskan, ada tiga hal yang harus menjadi perhatian bersama. Yakni, tujuan dan pergerakan, membangun ikatan yang kuat serta berbagi peran di tengah masyarakat.

Menurutnya, gagasan yang telah lahir dari para kepala desa, alim ulama dan masyarakat harus terus di lanjutkan secara konsisten.

Perubahan strategi dan pendekatan harus di lakukan sesuai perkembangan zaman, regulasi serta dinamika pemerintahan dan politik. Tetapi tujuan besarnya tetap sama.

Perjuangan Garut Utara butuh komunikasi, koordinasi dan hubungan yang erat antarelemen. Tidak boleh terjadi fragmentasi gerakan yang justru melemahkan perjuangan bersama.

Setiap unsur memiliki kekuatan dan ruang pengabdian masing-masing. Kepala desa, BPD, pemuda, ulama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan PM Gatra dapat menjalankan peran yang berbeda tetapi saling melengkapi.

BACA JUGA:

Soal Remisi Warga Binaan Lapas Garut, Bupati Syakur Bilang Begini

Dalam pembagian peran tersebut, PM Gatra akan tetap fokus pada tahapan-tahapan strategis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dalam perjuangan pembentukan CDOB Kabupaten Garut Utara.

Fokus tersebut meliputi penguatan kajian dan dokumen, pemenuhan persyaratan administratif, komunikasi kelembagaan serta pengawalan proses perjuangan melalui jalur pemerintahan dan politik, Baik tingkat Kabupaten Garut, Provinsi hingga pemerintah pusat.

PM Gatra juga akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan lembaga negara yang memiliki kewenangan dalam proses pembentukan DOB.

“Kami tidak mengambil alih peran siapa pun. Justru kami ingin setiap elemen menjalankan perannya secara optimal.”

“PM Gatra fokus pada jalur strategis, pemerintahan dan politik sampai ke tingkat pusat. Sementara kekuatan masyarakat terus di bangun dan di perkuat dari bawah,” ungkap Holil.

Dia menyebut, kekuatan perjuangan Garut Utara akan semakin besar apabila terdapat mata rantai perjuangan yang utuh. Mulai dari desa hingga pemerintah pusat.

Apdesi dan BPD dapat memperkuat aspirasi serta konsolidasi di tingkat desa. KNPI memperkuat keterlibatan generasi muda. Alim ulama dan tokoh masyarakat memberikan kekuatan moral dan sosial.

Sementara PM Gatra mengonsolidasikan perjuangan pada jalur strategis dan kelembagaan.

Dengan pembagian peran tersebut, perjuangan tidak berjalan sendiri-sendiri. Melainkan menjadi satu gerakan yang saling terhubung.

“Kita ingin membangun mata rantai perjuangan yang utuh dari masyarakat, ulama, pemuda, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, pemerintah provinsi sampai pemerintah pusat. Setiap mata rantai memiliki fungsi dan kekuatan masing-masing,” ungkapnya.

Garut Utara adalah Perjuangan Bersama

Menurut Holil, Garut Utara bukan milik PM Gatra, Apdesi, BPD dan bukan milik KNPI. Garut Utara adalah cita-cita bersama masyarakat yang telah tumbuh dari visi para kepala desa, alim ulama, tokoh masyarakat dan generasi penerusnya.

Karena itu, yang di perlukan saat ini bukan persaingan siapa yang paling berperan. Melainkan sinergi siapa yang dapat memberikan kontribusi terbaik bagi perjuangan bersama.

“Mari kita jaga kesinambungan tujuan, perkuat ikatan dan berbagi peran. Kita tidak perlu berada di tempat yang sama untuk berjalan menuju tujuan yang sama. Yang penting adalah seluruh kekuatan bergerak dalam satu arah. Yakni mewujudkan Kabupaten Garut Utara,” tutup Holil.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru