GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 di Gedung Pendopo.
Syakur menegaskan, pengukuhan Paskibraka bukan sekadar seremoni. Tetapi memiliki makna penting sebagai bentuk peneguhan tanggung jawab, kehormatan dan loyalitas sebagai generasi muda serta warga negara Indonesia.
BACA JUGA:
Disdamkarmat Garut: Kebakaran Meningkat 45,3 Persen
“Dengan isi kehormatan yang akan di nyatakan dalam pengukuhan, sebab yang penting adalah pengamalan hakikat hak-hak secara praktis dalam perbuatan sehari-hari,” tegas Bupati Garut.
Syakur menekankan bahwa kode kehormatan yang di ikrarkan harus menjadi komitmen yang tertanam kuat dalam diri setiap anggota Paskibraka dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan kukuhnya kode kehormatan dalam jiwa setiap insan putra Indonesia akan tumbuh tanggung jawab dan rasa loyalitas tugasnya pada Ibu Indonesia sampai akhirnya,” tegas Bupati.
Syakur mengingatkan, Dharma Mulia Putra Indonesia yang menjadi kode kehormatan Paskibraka merupakan penjabaran dari nilai-nilai luhur Pancasila.
BACA JUGA:
Bupati Garut: Doa Bersama Ikhtiar Membangun Kebersamaan
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Nurrodhin menjelaskan, seleksi Paskibraka Tahun 2026 di laksanakan berdasarkan Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 5 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022 mengenai Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.
BACA JUGA:
Ketua DPRD Garut: HUT ke-81 Kemerdekaan Sumber Inspirasi
Seluruh tahapan seleksi di lakukan secara transparan melalui aplikasi Transparansi Paskibraka di bawah pengawasan BPIP.
Dari proses tersebut, terpilih 35 peserta untuk bertugas di tingkat Kabupaten Garut serta dua putra-putri terbaik yang mewakili Kabupaten Garut di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Nurrodhin berharap, pendidikan dan pelatihan Paskibraka dapat membentuk generasi muda yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia.
Selain itu, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, bertanggung jawab, berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
(Bambang Fouristian)



