spot_imgspot_img
Jumat 14 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, KWT Tasikmalaya Buat Olahan Berkualitas

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI sangat terasa berbeda di halaman Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar).

Emak-emak dari Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan BPP Kecamatan Cipedes gelar lomba produk pangan olahan, kreasi seni KWT, kebun KWT, pameran dan bazar serta berbagai kegiatan menarik lainnya.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Ziarah, Pramuka Tasikmalaya Bawa Pesan Penting untuk Generasi Muda di Era Digital

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara menyampaikan apresiasi dan pujian atas inovasi olahan pangan yang di hasilkan KWT.

Acara tersebut juga di hadiri Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviani, Kepala DKP3, Ely Suminar, para lurah, tim penyuluh pertanian serta sejumlah tamu penting lainnya.

Dicky Candra mengungkapkan, [roduk olahan pangan KWT ternyata hasilnya luar biasa dan sangat inovatif. Bahkan ada beberapa produk olahan yang memiliki pangsa pasar dan potensi besar untuk di kembangkan.

“Setelah di cicipi, ternyata makanan olahan yang di buat KWT sangat luar biasa. Rasanya enak dan gurih walaupun berbahan hasil pertanian dari ubi jalar, kelapa. Ini perlu di kembangkan sehingga menjadi potensi ekonomi lokal masyarakat,” ungkap Dicky Candra.

Menurutnya, dengan promosi yang tepat dan dukungan bahan baku yang cukup serta modal, produk-produk pangan olahan KWT Kecamatan Cipedes bisa bersaing dan naik kelas serta bisa menembus pasar yang lebih luas (regional dan nasional).

BACA JUGA:

Petani Milenial Tasikmalaya Terapkan TABELA, Targetkan Produktivitas Padi hingga 10 Ton per Hektare

Dicky Candra menjelaskan, para anggota KWT tidak berasal dari kalangan ekonomi yang mapan dan berlebih. Karenanya mereka sangat membutuhkan dorongan, bantuan hingga kerja sama dari pihak pemerintah  atau Aghnia guna memperlancar produksi dan pengembangan sisi pemasaran produk.

“Pemerintah tentu tidak akan tinggal diam untuk membantu. Tapi kami harus jujur bahwa dengan kondisi fiskal saat ini yang belum stabil, tentu tidak akan maksimal dalam memberikan bantuan. Meski begitu, pemerintah tetap bergerak untuk mendorong ibu-ibu KWT agar terus berkarya dan berinovasi,” paparnya.

Aktor senior itu bahkan mencontohkan, di mana pernah ia temui, kisah seorang penjual susu kedelai yang setiap hari keliling di area terminal untuk menjual susu kedelai. Namun berkat kolaborasi dan dukungan dari para aghnia, usaha kecil itu kini berkembang besar dan bahkan rutin berbagi bantuan ke sesama hingga miliaran rupiah.

BACA JUGA:

Petugas Hadapi Ular Kobra Berbisa Saat Evakuasi Jenazah Perempuan dari Sumur Tua di Tasikmalaya

“Beliau sukses karena mau bersinergi. Nah, KWT kita juga bisa seperti itu. Mereka tidak bisa berdiri sendiri. Perlu ada yang membantu segala macamnya, mempromosikan dan menguatkan,” ucapnya.

Dicky Candra menyampaikan rasa bangga dan salut atas semangat ibu-ibu KWT BPP Cipedes. Menurutnya, kegiatan seperti ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan di bidang pertanian dan pangan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Saya berharap, KWT di wilayah lain bisa mencontoh semangat inovasi ibu-ibu KWT Kecamatan Cipedes Kita dorong agar menjadi kelompok yang kreatif untuk kemajuan perekonomian Kota Tasikmalaya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun daerah. Perlu sinergi dan gotong royong dengan berbagai elemen masyarakat, dunia usaha dan para dermawan.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru