DEPOK, FOKUSJabar.id: Pemerintah Jawa Barat (Jabar) kembali menjadi perhatian dalam pengembangan wisata ramah muslim di Indonesia. Setelah meraih peringkat pertama dalam penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025, kini kembali menjalani evaluasi untuk memastikan kesiapan destinasi wisata ramah muslim di berbagai daerah.
Penilaian tersebut di lakukan oleh Tim IMTI dengan menyusuri sejumlah wilayah di Jawa Barat. Proses evaluasi mencakup beberapa daerah. Mulai dari Kota Depok, Bogor, Karawang, Kabupaten Bandung Barat hingga Kota Bandung.
BACA JUGA:
Bekas TPS Liar di Limo Terindikasi Radioaktif, DLHK Depok Siapkan Penanganan
Ketua Tim Penilai IMTI, Tawfiq Ikhtianto mengatakan, Jawa Barat sebelumnya berhasil menempati posisi teratas setelah penilaian di lakukan terhadap 15 provinsi di Indonesia.
Capaian itu menjadi salah satu indikator perkembangan wisata ramah muslim di Jawa Barat.
Menurut Tawfiq, Jawa Barat juga pernah memperoleh penghargaan serupa dalam ajang yang di selenggarakan di Singapura. Namun, capaian pada tahun sebelumnya tidak menjadi dasar untuk menentukan hasil penilaian berikutnya.
“Alhamdulillah, Jawa Barat tahun kemarin paling tinggi dan mendapatkan peringkat pertama. Namun, pada penilaian IMTI 2026 akan di lakukan evaluasi kembali secara objektif untuk memastikan setiap daerah memperoleh penilaian yang sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Evaluasi IMTI tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus mendorong pertumbuhan destinasi wisata yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.
Penilaian di lakukan agar setiap daerah memiliki gambaran mengenai aspek yang perlu di tingkatkan dalam memberikan layanan kepada wisatawan.
Tawfiq menjelaskan, pengembangan wisata ramah muslim tidak hanya berkaitan dengan keberadaan destinasi wisata. Lebih jauh, konsep tersebut di harapkan dapat di wujudkan melalui peningkatan kualitas layanan dan fasilitas. Sehingga keberadaannya benar-benar dapat di rasakan oleh masyarakat maupun wisatawan.
BACA JUGA:
Polsek Beji Depok Amankan Lima Remaja Diduga Hendak Tawuran, Dua Bawa Parang
“Tujuannya untuk pengembangan wisata ramah muslim. Sehingga masyarakat dapat merasakan keberadaannya,” jelas Dia.
IMTI sendiri merupakan indeks yang di gunakan untuk mengukur kesiapan sekaligus daya saing destinasi wisata ramah muslim di Indonesia.
Dalam penyusunannya, IMTI mengacu pada kerangka Global Muslim Travel Index (GMTI).
Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang mendukung pengembangan destinasi wisata ramah muslim berkelas dunia.
Perkembangan sektor tersebut di Jawa Barat juga di nilai cukup baik. Sehingga mendapat perhatian dalam upaya penguatan wisata ramah muslim di Indonesia.
Aspek yang di nilai oleh tim juga tidak terbatas pada akses perjalanan menuju suatu destinasi. Tim IMTI turut melihat berbagai fasilitas dan tempat yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata. Termasuk hotel, museum, serta sejumlah fasilitas lainnya.
Melalui penilaian tersebut, kondisi setiap daerah dapat di petakan secara lebih menyeluruh. Hasil evaluasi di harapkan dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas destinasi wisata ramah muslim di Jawa Barat sekaligus memperkuat daya saing pariwisata di tingkat yang lebih luas.
Dengan evaluasi yang di lakukan secara objektif berdasarkan kondisi di lapangan, pengembangan wisata ramah muslim di Jawa Barat di harapkan tidak hanya mempertahankan capaian yang telah di raih pada IMTI 2025.
Penilaian IMTI 2026 juga menjadi kesempatan bagi setiap daerah untuk terus memperbaiki layanan, fasilitas serta kesiapan destinasi dalam memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.
(Jingga Sonjaya)



