spot_imgspot_img
Minggu 9 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tak Gengsi Jualan Seblak, Mahasiswi Pangandaran ini Bantu Keluarga Sambil Biayai Kuliah

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Indy Rachmawati (23), seorang mahasiswi semester 6 asal Pangandaran, memilih banting tulang berjualan seblak di tengah padatnya jadwal perkuliahan.

Selama enam bulan terakhir, ia menjalankan usaha kuliner seblak di Blok Ciorai, Dusun Nyalindung, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak. Indy membulatkan tekad merintis usaha ini demi membantu perekonomian keluarga serta meringankan beban biaya kuliahnya.

Baca Juga: Kemarau Bikin Pangandaran Krisis Air, Pemkab dan BBWS Citanduy Turun Tangan

Anak sulung dari tiga bersaudara ini tergerak membantu sang ibu dan ayahnya yang bekerja sebagai petani. Indy enggan berpangku tangan menunggu hingga lulus kuliah.

“Sudah enam bulan saya membantu keluarga melalui jualan seblak. Alhamdulillah kalau hari libur banyak pelanggan. Bisa juga diantarkan kepada orang yang pesan melalui media sosial,” kata Indy, Sabtu (8/8/2026).

Saat kedai ramai pembeli, Indy mampu mengantongi omzet Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per hari. Kendati pendapatan harian tidak menentu, ia menikmati seluruh proses pengasahan mental tersebut.

“Jualan tidak setiap hari sama penghasilannya. Bisa dapat banyak, bisa sekadar balik modal, bisa juga sepi pembeli. Namun, dari situlah mental dan kesabarannya ditempa,” tuturnya.

Strategi Topping Murah Meriah Penarik Pelanggan

Indy mematok harga topping yang sangat terjangkau, mulai dari Rp1.000 hingga Rp5.000 agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau bahan bakunya gampang dicari. Kemudian topping atau bahan yang dibeli pelanggan itu dari Rp1.000 sampai Rp5.000. Tentu bervariasi harganya, tergantung kesukaan pelanggan,” paparnya.

Strategi tersebut terbukti sukses menyedot perhatian kalangan anak muda pencinta kuliner pedas. Indy mengaku tidak pernah merasa gengsi membagi waktu antara bangku kuliah dan warung seblak.

“Saya tentu tidak malu jualan seblak karena ini pekerjaan halal. Semoga bisa menjadi motivasi bagi teman-teman yang merasa sulit mencari pekerjaan. Saya juga sambil membantu mamah, sedangkan ayah bekerja sebagai petani,” ucapnya.

Indy mengajak generasi muda untuk aktif menciptakan peluang usaha ketimbang meratapi keadaan.

“Selagi kita bisa menggali potensi untuk mencari pendapatan, kenapa harus mengeluh. Tentu harus tetap semangat,” ungkap Indy.

“Menurut saya jangan malu untuk bekerja, jangan gengsi memulai dari bawah, dan jangan terlalu lama mengeluh ketika peluang masih bisa diciptakan,” katanya.

Pasar Tetap Stabil dan Raih Pelanggan Setia

Indy menyebut kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama sekali tidak mengganggu stabilitas penjualan seblaknya.

“Kalau adanya MBG tidak berpengaruh bagi saya, karena di MBG tidak ada seblak. Alhamdulillah jualan tetap stabil. Hanya harga daging ayam kadang naik dan kadang turun,” papar Indy.

Kualitas rasa seblak buatan Indy berhasil memikat hati para pembeli. Salah seorang warga Cimerak, Beby, mengaku sengaja mendatangi warung Indy walau harus melewati kedai seblak lainnya.

“Sebenarnya di kampung saya juga ada. Tapi saya lebih nyaman beli di sini. Rasanya enak dan bisa sesuai dengan yang saya inginkan. Saya juga sering jajan seblak di sini,” ujarnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru