TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mengawali gelaran Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2026 sebagai perisai perlindungan anak-anak dari ancaman berbagai penyakit berbahaya.
Agenda pencanangan BIAS berlangsung secara seremonial di SDN Dadaha, Jalan Lingkar Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Gelontorkan Rp47 Miliar untuk Perluas Kepesertaan JKN Lewat Program JAGA-JKN
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan meresmikan langsung program tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan dr. Asep Hendra. Turut mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Rojab Riswan Taufik, Kadis Kominfo Amran Saefullah, Ketua TP-PKK dr. Elvira Kamarrow Putri, serta tim medis program BIAS 2026.
Melalui program ini, tim medis menyuntikkan vaksin Measles Rubella (MR), Difteri Tetanus (DT), Tetanus Difteri (Td), serta Human Papillomavirus (HPV) pada lengan para siswa.
Sebelum memulai tindakan imunisasi, Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan bersama Ketua TP-PKK dr. Elvira Kamarrow Putri terlebih dahulu menyapa murid-murid SDN Dadaha. Para siswa dan jajaran guru menyambut kedatangan mereka dengan antusiasme tinggi.
Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan bahwa program BIAS serentak sepanjang Agustus ini membidik kelompok pelajar sekolah dasar agar memperoleh imunitas kuat dari serangan penyakit infeksi.
Daya Tahan Tubuh yang Prima, Jauh dari Ancaman Penyakit
Ia membeberkan bahwa sasaran program mencakup pemberian vaksin MR untuk murid kelas 1 dan 2 SD/sederajat, serta vaksin HPV pencegah kanker serviks khusus bagi siswi kelas 5 atau anak berusia 11 tahun.
“Pemberian vaksin ini, nantinya akan berlangsung langsung di sekolah dan madrasah masing-masing. Dengan bekerja sama pihak puskesmas setempat, sebagai tim medis saat proses suntik,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan Senin (3/8/2026).
Viman optimistis lewat suntikan imunisasi ini, para pelajar mengantongi daya tahan tubuh yang jauh lebih prima. Sehingga terhindar dari berbagai ancaman penyakit.
“Tentu kesehatan dan sektor pendidikan itu tidak bisa terpisahkan. Keduanya harus terpenuhi dengan baik, Anak-anak yang sehat dan kuat akan lebih siap untuk mengikuti pelajaran di kelas. Terlebih anak yang pintar akan berkontribusi dalam kemajuan pembangunan sumberdaya manusia,”ujarnaya.
Guna mengoptimalkan proteksi anak secara menyeluruh, Pemkot Tasikmalaya memasang target capaian imunisasi tahun 2026 melampaui angka 95 persen.
“Program BIAS ini berangsung secara nasional. Sebagai bentuk preventif atau pencegahan dari sejumlah penyakit yang dapat di cegah dengan cara imunisasi yang para siswa dan pelajar tingkat SD sederajat terima,” paparnya.
“Dari BIAS Ini, anak-anak kita selamatkan dari sejumlah penyakit seperti Tuberkulosis, polio, difteri, pertusis, tetanus, hepatiti B, campak, rubella, serta pneumonia,”terang Viman Alfarizi.
Ia menambahkan, catatan data medis hingga pertengahan tahun 2026 menunjukkan angka cakupan imunisasi telah menembus 91 persen. Capaian ini melompat dari periode tahun 2025 yang berada di kisaran 80 hingga 91 persen.
“Sejauh ini, Pemkot Tasikmalaya sudah mendapat predikat zero doses. Sehingga perlu terus berlangsung program ini untuk menyasar seluruh anak supaya tumbuh kuat dan sehat. Dan dibutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari Dinas Pendidikan, jajaran Kesehatan, para Camat, TP-PKK, lurah serta seluruh elemen masyarakat,”pungkasnya.
(Seda)



