DEPOK,FOKUSJabar.id: Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mempromosikan kekayaan budaya daerah ke panggung fesyen berskala nasional. Tahun ini, Dekranasda memantapkan langkah untuk unjuk gigi dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Aksi unjuk karya tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Dekranasda memanfaatkan panggung megah ini untuk mengenalkan potensi budaya Kota Depok kepada publik luas melalui sentuhan busana kreatif.
Baca Juga: Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Inspeksi Yonif TP 939/Macan Putih di Tasikmalaya
Partisipasi ini sekaligus menjadi langkah konkrrt Pemkot Depok dalam memacu pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Kota Depok mengusung identitas khas daerah yang membalut konsep busana modern.
Pada pergelaran IFW 2026, Kota Depok mengusung tema “Light of Depok to Walk in Fashion Diversity”. Tim perancang mewujudkan tema tersebut melalui deretan koleksi yang menonjolkan Batik Gong Si Bolong. Hal itu kemudian sebagai upaya memperlihatkan ikon budaya Depok dengan sentuhan desain inovatif tanpa mengikis nilai tradisi.
Ketua Harian Dekranasda Kota Depok, Widyati Riyandani menegaskan bahwa Batik Gong Si Bolong bakal menjadi magnet utama dalam penampilan kontingen Kota Depok di ajang IFW 2026.
“Batik Gong Si Bolong khas dari Kota Depok dengan sentuhan kreatifitas para desainer siap tampil memukau pengunjung yang hadir di IFW 2026,” ujar Ketua Harian Dekranasda Kota Depok, Widyati Riyandani, Rabu (29/7/2026).
Desainer Muda Lokal
Dekranasda Kota Depok merangkul tiga talenta desainer muda lokal. Yakni Annisa Chandra, Fathimah Alatas, dan Herman Hezang untuk menggarap koleksi spesial tersebut. Ketiganya mendapat kepercayaan merancang busana berbahan Batik Gong Si Bolong lewat karakter serta ide visual yang berbeda.
Setiap perancang menyajikan interpretasi unik sesuai gaya masing-masing. Keberagaman konsep ini bertujuan memperlihatkan fleksibilitas batik daerah agar mampu memikat industri fesyen modern.
Widyati menyebutkan bahwa ketiga desainer membawa narasi yang mencerminkan keberagaman, inovasi, serta semangat pemuda dalam mengemas warisan budaya agar tetap relevan dengan tren masa kini.
Lewat panggung Indonesia Fashion Week 2026, Pemkot Depok ingin membuktikan batik lokal bukan sekadar warisan sejarah. Melainkan produk fesyen bernilai tinggi yang sanggup bersaing di pasar nasional hingga internasional.
“Keikutsertaan Dekranasda Kota Depok dalam Indonesia Fashion Week 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” terangnya.
Widyati berharap kolaborasi erat antara pemerintah, Dekranasda, perajin batik, dan desainer muda dapat mengakselerasi ekosistem industri kreatif Kota Depok. Sekaligus membuka keran pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah.
“Dengan mengusung semangat keberagaman dalam dunia fesyen, Dekranasda Kota Depok berharap Batik Gong Sibolong semakin terkenal. Terlebih dicintai, dan menjadi bagian dari perkembangan industri mode Indonesia,” pungkas Widyati.
(Jingga Sonjaya)



