TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tasikmalaya membuktikan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan lebih dari sekadar suntikan modal finansial. Melalui program studi banding inspiratif, PNM sukses memboyong 36 Ketua Kelompok Nasabah Mekaar untuk “naik kelas”.
Banyak pelaku usaha pemula menganggap modal uang sebagai satu-satunya solusi masalah bisnis. Padahal, mereka membutuhkan modal intelektual seperti strategi inovasi, pemahaman pasar, dan manajemen produksi agar usaha dapat berkembang pesat.
Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bersama TJSL PNM Cabang Tasikmalaya merespons kebutuhan tersebut dengan merancang langkah strategis. Mereka memboyong 36 Ketua Kelompok Nasabah Mekaar Grade A terpilih dalam program Studi Banding Eksklusif ke Rumah Susu Garut, Kabupaten Garut.
Program ini menjadi ajang penting bagi para perempuan pelaku usaha dari Tasikmalaya untuk menimba ilmu langsung dari sentra pengolahan yang telah berhasil menembus pasar.
Menimba Ilmu Langsung dari Sentra Susu Garut
Para peserta menikmati pengalaman belajar lapangan secara langsung saat tiba di lokasi. Mereka mempelajari teknik pengolahan makanan dan minuman berbasis susu yang memenuhi standar kualitas serta kebersihan tinggi.
Selain itu, para peserta membongkar rahasia pembuatan produk yoghurt premium yang diminati konsumen. Mereka juga mendengarkan kisah perjuangan pemilik usaha saat merintis bisnis dari nol hingga meraih kesuksesan.
Sesi diskusi interaktif membakar semangat para ketua kelompok untuk menggali wawasan baru yang siap mereka terapkan pada usaha masing-masing di Tasikmalaya.
Menciptakan Efek Domino Kesejahteraan Masyarakat
Pemimpin Cabang PNM Tasikmalaya, Ara Koswara, menegaskan bahwa PNM mengemban misi yang melampaui sekadar penyaluran pinjaman uang.
“PNM percaya bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada akses pembiayaan. Melalui Program Studi Banding ini, kami ingin membuka wawasan para nasabah agar dapat belajar langsung dari pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan bisnisnya,” ujar Ara, Kamis (23/7/2026).
Ara mengingatkan para ketua kelompok untuk membagikan ilmu yang mereka peroleh. Mereka wajib menularkan strategi, semangat, dan trik bisnis baru kepada puluhan anggota kelompok di wilayah masing-masing agar kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata.
Langkah progresif PNM ini memperkuat posisinya sebagai lembaga pembiayaan yang konsisten mengawal kemandirian perempuan prasejahtera. Ke depannya, PNM berkomitmen terus menghadirkan program pemberdayaan inovatif demi menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di wilayah Priangan Timur.
(Abdul Latif)



