CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, menegaskan bahwa pemberdayaan kaum perempuan bukan sekadar upaya kosmetik untuk meningkatkan peran mereka di berbagai bidang. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang yang krusial demi menciptakan keluarga berkualitas sekaligus menyokong roda pembangunan daerah.
Nanang menyampaikan pandangan strategis tersebut saat menjadi narasumber utama dalam seminar bertajuk “Perempuan Berdaya, Ekonomi Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045“. Agenda ini merupakan hasil kolaborasi Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ciamis di Gedung Puspita Ciamis, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: Ketua GOW Ciamis Sebut Perempuan adalah Tiang Keluarga, Jika Kuat Negara Ikut Kuat
Dalam pemaparannya, Nanang menilai perempuan memegang posisi sentral. Mereka tidak hanya bertindak sebagai pendamping domestik dalam keluarga, tetapi juga menyandang status pendidik pertama yang membentuk karakter anak sekaligus motor penggerak kesejahteraan rumah tangga.
Ia meyakini, ketika kaum perempuan mengantongi akses luas terhadap pendidikan, khazanah pengetahuan, serta kesempatan untuk berkembang, seluruh anggota keluarga hingga masyarakat luas akan merasakan dampak positifnya secara langsung.
“Perempuan adalah tiang keluarga. Ketika perempuan memiliki pengetahuan, akhlak yang baik, dan mampu mendidik anak-anaknya, maka akan lahir generasi yang berkualitas. Karena itu pemberdayaan perempuan merupakan investasi jangka panjang bagi daerah maupun bangsa,” ujar Nanang.
Keluarga Sebagai Benteng Utama Hadapi Era Digital
Nanang menjelaskan bahwa institusi keluarga merupakan fondasi paling utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Lingkungan keluarga memegang peran vital untuk menanamkan nilai agama, etika, moral, dan karakter sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Di tengah pesatnya penetrasi teknologi informasi dan derasnya arus media sosial, Nanang meminta keluarga bertindak lebih adaptif dalam menjalankan fungsi pendidikan serta pengawasan terhadap anak.
“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Kalau keluarga kuat, insyaallah anak-anak kita memiliki benteng untuk menghadapi berbagai pengaruh negatif,” terangnya.
DPRD Ciamis Sahkan Perda Ketahanan Keluarga
Sebagai wujud komitmen nyata dalam memperkuat institusi domestik ini, Nanang mengungkapkan bahwa DPRD Kabupaten Ciamis bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga.
Regulasi tersebut mengemban fungsi sebagai payung hukum dan dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun berbagai program pembinaan keluarga, pemantapan pendidikan karakter, perlindungan anak, hingga akselerasi kesejahteraan masyarakat.
Nanang juga mengingatkan bahwa rentetan persoalan sosial seperti kecanduan media sosial, jeratan narkoba, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga penyimpangan perilaku memerlukan perhatian serius dan tindakan nyata dari seluruh elemen warga.
Oleh karena itu, ia memandang kemampuan perempuan dalam membangun pola komunikasi yang harmonis di lingkungan rumah menjadi salah satu kunci utama untuk memotong rantai persoalan tersebut sejak dini.
“Orang tua harus hadir dalam kehidupan anak-anaknya, memahami pergaulan mereka, dan memberikan teladan yang baik. Ketahanan keluarga dimulai dari kepedulian setiap anggota keluarga,” tegas Nanang.
Mengakhiri arahannya, Nanang melayangkan apresiasi tinggi atas inisiatif IKIAD dan GOW Kabupaten Ciamis yang sukses menggelar seminar ini. Ia menaruh harapan besar agar organisasi perempuan terus konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat. Sekaligus mempercepat implementasi Perda Ketahanan Keluarga di tataran akar rumput.
“Ketika perempuan semakin berdaya, keluarga akan semakin kuat. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang sehat, berkarakter, berakhlak, dan memiliki daya saing. Itulah modal utama kita dalam mewujudkan Ciamis yang maju sekaligus menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Nanang.
(Mia)



