PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Panitia sukses menggulirkan pertandingan bola voli antar Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Pangandaran di Kecamatan Langkaplancar. Agenda garapan Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Langkaplancar bersama Yayasan Dangiang tersebut memantik antusiasme tinggi dari ratusan siswa SD dari berbagai pelosok kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, melayangkan apresiasi mendalam atas tingginya animo para peserta yang rela menempuh perjalanan jauh.
Baca Juga: Di Balik Naiknya Penerimaan PBB Pangandaran, Ada Petugas yang Menagih Sejak Subuh
“Saya sangat apresiasi sekali support dari Yayasan Dangiang luar biasa. Yang kedua, saya juga apresiasi animo anak-anak sekolah dasar untuk mengikuti turnamen bola voli di Langkaplancar. Jauh-jauh juga datang,” ujar Soleh, Selasa (14/7/2026).
Laga pamungkas mempertemukan tim tangguh Kecamatan Parigi melawan sang tuan rumah, Kecamatan Langkaplancar. Lewat pertarungan sengit, kontingen Kecamatan Parigi akhirnya keluar sebagai sang juara.
Sebelum peluit final berbunyi, Soleh sempat membakar semangat para peserta dengan menjanjikan hadiah tambahan. Ia memastikan bakal menghadiahi sepatu voli berkualitas kepada para peraih podium juara.
“Siapapun juaranya nanti saya sebagai Kadisdikpora akan memberikan apresiasi dengan memberikan sepatu untuk voli,” ungkapnya.
Evaluasi Disdikpora: Tangkal Pembajakan Atlet Cilik oleh Daerah Tetangga
Di balik kemeriahan kompetisi, Soleh menyoroti fakta mengejutkan mengenai hilangnya bibit-bibit atlet berbakat Pangandaran. Banyak pelajar SD potensial yang akhirnya hijrah karena kabupaten dan kota tetangga memilih merekrut mereka.
“Ini evaluasi buat saya sebagai Kadisdikpora dan bidang pora ke depan. Kita harus punya satu wadah, punya apresiasi untuk mempertahankan mereka agar tidak sekolah ke luar Kabupaten Pangandaran. Kemarin yang bagus-bagus ternyata diambil sama kabupaten lain,” ungkap Soleh.
Soleh membeberkan bahwa wilayah tetangga seperti Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar sudah mendirikan klub pembinaan olahraga yang mapan. Klub-klub tersebut bahkan memfasilitasi anak-anak dengan uang transportasi rutin, sehingga memikat para atlet Pangandaran untuk pindah haluan.
“Ke depan saya akan mensiasati itu. Kita akan kolaborasikan dengan KKG, pemerintah, dan semua pihak untuk memberikan reward. Tujuannya agar mereka sekolahnya tidak keluar kabupaten. Kita belum punya wadah seperti SSB voli yang intens,” tegasnya.
Agendakan Turnamen Rutin Saat Milangkala Pangandaran
Soleh memastikan bahwa turnamen voli tingkat dasar ini tidak akan berhenti sampai di sini. Ia langsung melayangkan instruksi kepada pengurus KKG PJOK tingkat kabupaten untuk menyulap kompetisi ini menjadi agenda tahunan yang kontinu.
“Barusan saya sudah instruksikan ke KKG PJOK kabupaten untuk ini diadakan secara kontinu. Termasuk saya menantang PJOK untuk mengadakan pertandingan voli lagi di Milangkala Pangandaran. Biar anak-anak berprestasi Pangandaran terlihat oleh kita semua,” ucapnya.
Selain cabang olahraga voli, Disdikpora Pangandaran juga bakal menggenjot sektor pembinaan sepak bola serta renang. Langkah pembibitan ini tergolong krusial, mengingat tim bola voli putra Pangandaran baru saja mencetak prestasi gemilang dengan menyabet juara kedua pada ajang Popwilda tingkat provinsi setelah mengakui keunggulan tim Cirebon.
(Sajidin)



