spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tanpa Dana APBD, PESIK Kuningan Tembus Final Liga 4 dan Lolos ke Liga 3

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Keberhasilan memukau PESIK Kuningan menembus partai puncak Liga 4 Piala Presiden 2026 memantik rasa bangga mendalam bagi segenap masyarakat Kabupaten Kuningan. Di balik pencapaian fantastis tersebut, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengajak seluruh aparatur pemerintah dan warga untuk memetik inspirasi dari perjalanan melelahkan PESIK, bahwa keterbatasan materiil bukan menjadi penghalang dalam mengukir prestasi.

Bupati Dian melayangkan pesan motivasi tersebut saat memimpin agenda Apel Pagi Pemerintah Kabupaten Kuningan di Halaman Setda Kabupaten Kuningan, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Bupati Kuningan Percepat Revisi RTRW, Bidik Kepastian Hukum untuk Investasi

Dian meluapkan rasa syukur mendalam atas keberhasilan tim berjuluk Kuda Ciremai itu mengamankan tiket promosi menuju kompetisi Liga 3 Nasional, sekaligus melaju kokoh hingga ke babak final. Ia menilai raihan trofi perak ini terasa sangat istimewa lantaran para pemain memperjuangkannya di tengah impitan keterbatasan fasilitas pendukung tim.

Ia memaparkan, saat sejumlah klub sepak bola dari daerah lain menikmati gelontoran suntikan dana segar hingga miliaran rupiah, PESIK Kuningan justru mampu bersaing ketat dan menjungkalkan tim-tim kuat tanpa mencicipi kucuran dana APBD sama sekali.

“Yang membuat saya bangga bukan hanya karena PESIK berhasil menjadi runner-up, tetapi karena mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berprestasi,” puji Bupati Dian penuh emosional.

Ia meyakini raihan gemilang ini mengakar kuat pada determinasi tinggi para punggawa di lapangan, kejelian pelatih, manajemen yang solid, kucuran dana pihak sponsor, serta suntikan semangat tiada henti dari suporter setia sepanjang kompetisi bergulir. Meski jauh dari kesan mewah, para pemain sukses mempertontonkan kedisiplinan tingkat tinggi. Hingga mampu sejajar dengan tim-tim mapan dari berbagai penjuru tanah air.

Proses Nyata Tidak Pernah Mengkhianati Hasil

Dian menegaskan kesuksesan kompetisi PESIK menjadi bukti sahih bahwa kekuatan utama sebuah tim tidak melulu bergantung pada tebalnya pundi-pundi anggaran. Kekuatan sejati lahir dari kesamaan visi, kekompakan tim dan cucuran keringat kerja keras. Serta keyakinan untuk terus bertarung hingga peluit panjang berbunyi.

“Kita belajar bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Ketika semua memiliki tujuan yang sama dan saling percaya. Terlebih bekerja dengan sungguh-sungguh, maka prestasi akan datang meskipun dengan segala keterbatasan,” ungkapnya.

Guna menjaga api pembinaan olahraga tetap menyala, Pemkab Kuningan kini terus bergerak mencari peluang kerja sama dengan sektor swasta. Berharap agar pembinaan atlet tidak membebani kas keuangan daerah. Pihaknya intens menjalin komunikasi taktis dengan sejumlah korporasi nasional. Tujuannya agar dunia usaha sudi ambil bagian dalam memajukan iklim olahraga di Kabupaten Kuningan.

Tuntut Perangkat Daerah Tiru Budaya Kerja Lapangan Hijau

Lebih jauh, Dian menaruh harapan besar agar torehan tinta emas PESIK tidak menguap sebagai catatan statistik olahraga semata. Ia menuntut seluruh perangkat daerah meniru dan mengadopsi etos kerja para pemain sebagai budaya kerja baru di lingkungan birokrasi.

Semangat pantang menyerah, ketangkasan beradaptasi di tengah keterbatasan anggaran, serta keberanian mematok target tinggi wajib mewarnai karakter aparatur sipil dalam menjalankan roda pemerintahan demi mempersembahkan pelayanan prima bagi publik.

“Di lapangan sepak bola mereka berjuang mengharumkan nama daerah. Di pemerintahan, kita pun memiliki lapangan pengabdian masing-masing. Semangat yang sama harus kita bawa, bekerja dengan sungguh-sungguh dan saling mendukung. Terlebih tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk tidak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Dian.

Menutup arahannya, Dian melayangkan angkat topi kepada jajaran pemain, tim pelatih, manajemen, sponsor, relawan, hingga segenap masyarakat yang setia mengawal perjuangan PESIK Kuningan.

Bagi Dian, menembus partai final merupakan pembuktian sahih bahwa lewat kebersamaan dan tekad yang kuat, Kabupaten Kuningan mampu berdiri tegak dan sejajar dengan daerah besar lainnya di panggung nasional.

“PESIK telah menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh besarnya fasilitas atau anggaran. Tetapi oleh keberanian untuk bermimpi, kemauan untuk bekerja keras, dan semangat untuk tidak pernah menyerah. Inilah semangat yang harus terus hidup dalam setiap langkah pembangunan menuju Kuningan Melesat,” pungkas Dian mengakhiri amanatnya.

(Diskominfo Kunigan/IrfansyahRiza)

spot_img

Berita Terbaru