PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pantai Lembah Putri di Desa Putra Pinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, menyimpan potensi raksasa sebagai destinasi wisata alam unggulan.
Kawasan ini menyuguhkan perpaduan eksotis antara hamparan pantai, perbukitan hijau, aliran sungai, hingga gua bersejarah yang menjadi daya tarik utamanya. Sayangnya, proses pengembangan kawasan tersebut hingga kini belum berjalan optimal akibat keterbatasan fasilitas penunjang dan minimnya dukungan pendanaan.
Baca Juga: Libur Sekolah Dongkrak Wisata Pangandaran, Retribusi Tembus Rp7,24 Miliar dalam 17 Hari
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Lembah Putri, Toto Hadianto, menjelaskan bahwa kawasan ini mengantongi tiga potensi utama yang bisa terintegrasi secara terpadu.
“Pantainya menjadi daya tarik utama. Ada bukit yang langsung berbatasan dengan pantai, ada gua yang memiliki cerita sejarah. Selain itu ada sungai yang bisa dimanfaatkan untuk wisata kano atau susur sungai,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Toto memaparkan, pihaknya sejak awal sudah merancang konsep pengembangan yang matang. Pokdarwis memproyeksikan area pantai sebagai tempat wisata keluarga yang teduh dengan barisan pepohonan rindang. Sementara untuk area perbukitan dan muara sungai, mereka mengarahkannya menjadi lokasi bumi perkemahan (camping ground), wahana permainan air, serta aktivitas wisata alam lainnya.
“Konsepnya sudah ada sejak awal. Tinggal bagaimana dukungan untuk merealisasikannya,” tutur Toto.
Berburu Program Bantuan Secara Mandiri
Pokdarwis Pantai Lembah Putri sendiri mulai mengawali kiprah mereka pada tahun 2021 usai menerima SK pembentukan dari Pemerintah Desa. Kala itu, pihak desa menargetkan pengembangan lima destinasi wisata lokal, yang salah satunya mencakup Pantai Lembah Putri.
Selama masa aktif, para anggota rutin menggelar kerja bakti membersihkan pantai, menanam pohon, hingga mempromosikan destinasi tersebut lewat media sosial, YouTube, dan Google Maps. Kelompok ini bahkan sempat merancang laman resmi sebagai corong promosi digital.
Selain itu, Pokdarwis juga berburu bantuan program secara mandiri. Mereka sukses mengamankan bantuan bibit mangrove, cemara laut, ketapang, nyamplung, hingga pohon donglo untuk aksi penghijauan, meski seluruh prosesnya harus berjalan secara swadaya.
“Kami juga berusaha mencari dukungan CSR, tetapi sampai sekarang belum ada yang benar-benar bisa membantu pengembangan kawasan,” sesalnya.
Akibat terbentur berbagai keterbatasan tersebut, aktivitas Pokdarwis kini terpaksa vakum selama sekitar satu tahun terakhir. Kendati demikian, mereka tetap mempertahankan konsep pengembangan awal.
Dari segi infrastruktur, kawasan ini memang belum memadai. Pada tahun 2021 silam, pemerintah desa sempat membangun saung di kaki bukit, namun kini kondisinya merana dan kurang terawat. Kawasan ini juga belum memiliki akses jalan yang mulus, toilet umum, jajaran warung, maupun fasilitas penunjang pariwisata lainnya.
“Kami pernah mencoba menjalankan aktivitas wisata, tetapi karena fasilitasnya belum mendukung akhirnya belum bisa berkembang,” kata Toto.
Program Penghijauan
Meski belum tersentuh pengelolaan maksimal, Pantai Lembah Putri masih sesekali memikat kedatangan warga yang mengetahui lokasinya dari jagat maya. Namun, pengelola belum mendata jumlah kunjungan pelancong karena belum menerapkan sistem tiket. Saat ini, para nelayan setempat juga masih memanfaatkan kawasan tersebut untuk memancing.
Ke depan, Pokdarwis bakal memprioritaskan program penghijauan kembali. Mereka memilih pohon cemara laut karena memiliki karakteristik cepat tumbuh dan efektif membuat kawasan pantai menjadi lebih teduh.
“Target awal kami membuat kawasan ini rindang dulu. Kalau orang sudah nyaman datang, baru terlihat fasilitas apa yang benar-benar dibutuhkan, warung, toilet, atau lainnya,” jelas Toto.
Ia menaruh harapan besar agar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran bersedia turun tangan untuk memberikan pembinaan kembali.
“Program Pokdarwis sebenarnya bagus. Kami berharap ada pendampingan dan dukungan berkelanjutan agar potensi wisata seperti Pantai Lembah Putri bisa berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
(Sajidin)



