TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana penuh haru dan bahagia menyelimuti halaman MDTA Daar El Misbah, Sukagenah RT 05/RW 04, Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (10/7/2026) malam. Lembaga keagamaan tersebut menggelar Haflah Akhirussanah untuk melepas para santri yang telah menuntaskan pendidikan agama Islam mereka.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menghadiri langsung malam penuh kebahagiaan itu. Beliau datang bersama Camat Mangkubumi Slamet, Lurah Sambongjaya Mulyono, serta sejumlah tamu penting lainnya.
Baca Juga: Fortuner Tabrak 5 Motor di Lampu Merah Cisumur Kota Tasikmalaya, Dua Korban Dirawat
Karya muda-mudi setempat menyambut kedatangan orang nomor dua di Kota Santri tersebut dengan upacara adat yang meriah. Ratusan warga dan orang tua santri juga ikut bergembira menyambut kehadiran mantan aktor legendaris tanah air itu.
Tahun ini, MDTA Daar El Misbah mewisuda 7 orang santri, yang terdiri dari 5 santriwati dan 2 santriwan. Mereka telah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran Al-Quran, fikih, akhlak, serta ilmu dasar keislaman selama beberapa tahun di madrasah.
Kepala Sekolah MDTA Daar El Misbah, Ustaz Rizal Ahmad Sonhaji, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menyebut kelulusan ini sebagai awal keberhasilan, bukan akhir dari perjalanan panjang menuntut ilmu.
“Tamat dari madrasah bukan berarti tamat pula belajarnya, namun justru ini pembuka pintu untuk terus belajar dimanapun berada. Ilmu agama harus terus dipelajari dan diamalkan, serta diperdalam ilmunya,” ungkap Ustaz Rizal Ahmad, Jumat (10/7/2026) malam.
Lulsan yang Membawa Manfaat Nyata
Ia berharap para lulusan mampu tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berilmu, serta membawa manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Kehadiran Wakil Wali Kota sukses menambah kegairahan dan semangat para santri serta wali murid dalam memeriahkan acara Imtihan ini. Dicky Candra pun mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah lulus.
“Selamat kepada anak-anakku yang hari ini wisuda. Ini prestasi yang luar biasa. Teruslah bersemangat dalam menuntut ilmu, namun tetap jaga akhlak dan karakter mulia,” katanya.
Ia menilai peran madrasah sangat strategis dalam membentuk karakter dan nilai spiritual generasi muda. Lembaga ini memegang peranan penting untuk membentengi anak-anak dari perilaku negatif, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi dan media sosial saat ini.
“Madrasah tempat pertama anak-anak kita mendapatkan ilmu agama dan Madrasah pun menjadi benteng yang kokoh dalam membendung perilaku dan hal-hal negatif, yang bisa merusak masa depan anak-anak,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa madrasah tidak hanya mengajari anak-anak cara membaca Al-Quran, tetapi juga menanamkan adab, sopan santun, serta rasa cinta tanah air. Pondasi inilah yang masyarakat butuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan agar generasi muda tidak keluar dari koridor ajaran Islam.
Apresiasi Terhadap Pengurus dan Guru
Ia juga mengapresiasi para guru, pengurus, dan orang tua yang telah berjuang mendampingi proses belajar para santri. Pihaknya berkomitmen bahwa Pemkot Tasikmalaya akan terus mendukung lembaga pendidikan keagamaan agar semakin maju dan kuat.
Acara Haflah Akhirussanah ini menyuguhkan berbagai penampilan menarik dari para santri, mulai dari lantunan tilawah, hafalan tahfiz, hingga persembahan seni Islami. Tangis haru orang tua pecah saat menyaksikan anak-anak mereka naik ke atas panggung untuk menerima tanda kelulusan langsung dari tangan Wakil Wali Kota.
Ustaz Rizal berharap momentum ini bisa memicu motivasi bagi santri lain agar semakin giat belajar. Ia juga mengajak warga sekitar untuk terus mendukung keberadaan madrasah sebagai pusat pembinaan akhlak sejak usia dini.
“Semoga para santri ini menjadi generasi penerus Qurani yang membawa nama baik keluarga, madrasah, dan Kota Tasikmalaya kedepan,” pintanya.
Acara Haflah Akhirussanah MDTA Daar El Misbah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama tetap hidup subur dan warga nikmati, meskipun teknologi terus berkembang dan zaman berubah dengan cepat.
(Seda)



