spot_imgspot_img
Sabtu 11 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sebanyak 10.896 Kursi SMP Negeri di Depok Terisi, Tingkat Keterisian Mencapai 99,31 Persen

DEPOK,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mengumumkan bahwa seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 telah selesai 100 persen. Secara keseluruhan, angka keterisian kursi di berbagai jenjang pendidikan di Kota Depok mencatatkan capaian yang sangat tinggi.

Khusus untuk jenjang SMP Negeri, antusiasme masyarakat yang luar biasa membuat persentase keterisian kursi hampir menyentuh angka sempurna. Fenomena ini sekaligus menjadi bukti nyata betapa tingginya minat warga Depok menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah negeri.

Baca Juga: Urus KTP, KIA, hingga Akta Kelahiran di Margo City, Ini Jadwal Layanan De’ Geplak

Tidak hanya SMP Negeri, tren positif ini juga menular pada jenjang SD Negeri serta Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG). Kedua program tersebut sukses mencatatkan angka keterisian di atas 85 persen.

Kepala Disdik Kota Depok, Wahid Suryono, merinci data tersebut secara gamblang. Pada jenjang SD Negeri, pihaknya semula menyiapkan daya tampung awal sebanyak 16.800 kursi. Namun, Disdik harus menyesuaikan angka tersebut dengan kondisi riil di lapangan.

“Terdapat 28 siswa kelas 1 yang tidak naik kelas. Setelah penyesuaian tersebut, daya tampung efektif bagi calon murid adalah 16.772. Dari jumlah itu, sebanyak 16.289 kursi telah terisi, sehingga sisa akhir adalah 483 kursi. Dengan demikian, tingkat keterisiannya mencapai 97,13 persen,” ujarnya, Jumat, 10 Juli 2026.

Kondisi serupa juga terjadi di jenjang SMP Negeri. Kuota awal yang tersedia mencapai 11.012 kursi, namun Disdik melakukan penyesuaian karena ada 40 siswa kelas 7 yang tinggal kelas.

“Setelah penyesuaian tersebut, daya tampung efektif bagi calon murid baru menjadi 10.972 kursi. Dari jumlah itu, sebanyak 10.896 kursi telah terisi, sehingga sisa akhir hanya 76 kursi yang tersebar pada empat sekolah. Total tingkat keterisian mencapai 99,31 persen,” katanya.

Memperluas Akses Pendidikan Berualtias

Wahid menambahkan, Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) untuk tingkat SMP juga menorehkan hasil menggembirakan. Program ini sukses memperluas akses layanan pendidikan berkualitas yang setara dengan SMP Negeri.

Sebanyak 3.186 siswa tercatat berhasil masuk ke sekolah RSSG, yang artinya memberikan tambahan kuota penerimaan sebesar 29,04 persen.

“Sedangkan untuk RSSG PAUD, dari daya tampung 720 siswa di 22 sekolah, Kita berhasil menjaring 649 pendaftar. Namun, karena ketidaklengkapan administrasi dan persyaratan, hanya menerima 634 siswa. Artinya, tingkat keterisian kursi mencapai 88,06 persen,” ungkapnya.

Pihaknya mengingatkan bahwa data SPMB ini bergerak sangat dinamis mengikuti setiap proses berjalan. Angka pendaftaran, verifikasi, pengumuman, pencabutan berkas, perpindahan pilihan, daftar ulang, hingga pengisian sisa kuota terus memengaruhi pergerakan data.

“Oleh sebab itu, angka yang tampil pada satu waktu tertentu dapat berbeda dengan data yang muncul pada waktu lainnya,” jelasnya.

Terkait perubahan kuota dan sisa kursi selama proses berjalan, Wahid menegaskan hal itu sebagai bagian dari penyesuaian teknis demi mengoptimalkan daya tampung sekolah secara maksimal.

“Kursi yang belum terisi pada tahapan sementara tidak dapat langsung menyebutnya sebagai kursi kosong secara permanen, karena masih akan melalui proses mekanisme pemenuhan kuota sesuai ketentuan yang berlaku. Alhamdulillah seluruh prosesnya telah rampung. Selamat menimba ilmu bagi seluruh siswa, mari sambut tahun ajaran baru dengan penuh semangat,” tutupnya.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru