spot_imgspot_img
Jumat 10 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bau Busuk Kembali Tercium di Pantai Barat Pangandaran, Limbah Cair Mengalir Langsung ke Laut

PANGANDARAN FOKUSJabar.id: Bau tak sedap kembali menyengat dari saluran pembuangan limbah di depan salah satu hotel di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Ironisnya, limbah cair berwarna hijau kehitaman tersebut mengalir bebas langsung ke laut dan mengganggu kenyamanan para wisatawan.

Kondisi tersebut memicu aroma busuk yang tercium sangat jelas di sekitar area pantai. Padahal, Pantai Barat Pangandaran menyandang status sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat yang ramah pengunjung.

Plt. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangandaran, Endang Nur Aini, membenarkan adanya aktivitas pembuangan limbah cair ke area pantai tersebut.

“Kalau titik sih kalau yang besarnya sekitar lima,” ujar Endang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (10/7/2026).

Meski demikian, Endang mengklaim bahwa volume limbah cair saat ini sudah mengalami penurunan daripada tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai penurunan tersebut merupakan buah manis dari sosialisasi berkala yang instansinya lakukan selama ini.

“Kalau dilihat dari kapasitasnya, jumlahnya kan sudah berkurang dibanding yang dulu-dulu gitu. Berarti sosialisasi kita sudah berhasil lah walaupun memang belum 100 persen,” tuturnya.

Menurut Endang, dari total lima titik pembuangan besar tersebut, area di depan Hotel Aquarium Pangandaran menunjukkan perubahan yang paling signifikan.

“Sebetulnya semuanya juga sudah menunjukkan (perubahan). Kalau yang kelihatan besar sekali itu kan yang di akuarium. Sekarang tuh kan tidak sebesar dulu gitu, jumlah air limbahnya,” jelas Endang.

Endang membeberkan, kendala utama belum optimalnya pengelolaan limbah di kawasan wisata ini karena para pelaku usaha terbentur masalah biaya. Banyak pemilik usaha belum mampu membiayai penyediaan sarana pengolahan limbah yang standar akibat perbedaan skala bisnis.

“Jadi, ada kegiatan usaha yang skalanya besar, ada juga kegiatan usaha yang skalanya UMKM, kecil gitu. Ketika dituntut harus menyediakan sarana yang butuhkan modal besar kan tidak bisa langsung karena kemampuan keuangannya terbatas,” pungkas Endang.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru