PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran memutuskan untuk menaikkan nilai insentif bagi para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, mengumumkan langsung kebijakan tersebut saat menghadiri acara pembinaan kader Posyandu di GOR Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kamis (9/7/2026).
Kebijakan menaikkan insentif ini merupakan bentuk apresiasi nyata pemerintah daerah terhadap dedikasi kader Posyandu. Selama ini, mereka konsisten menjadi garda terdepan dalam menyalurkan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa.
Baca Juga: Bupati Pangandaran Siap Tuntut Kompensasi Jika Tumpahan Batu Bara Tongkang Nautika 22 Rugikan Warga
Citra menjelaskan bahwa agenda pembinaan kader tidak sekadar bertujuan meningkatkan kapasitas teknis, melainkan juga untuk membakar semangat para kader saat mendampingi masyarakat di lapangan.
“Yang saya umumkan hanya insentifnya naik dari tahun sebelumnya. Pembinaan kader ini salah satunya untuk memberikan semangat kepada kader-kader, karena kader adalah garda terdepan. Kader lebih paham kondisi masyarakat,” kata Citra.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Pangandaran wajib terus memperkuat sinergi dengan para kader Posyandu. Menurutnya, fondasi kemajuan suatu daerah bergantung pada kemajuan tingkat desa yang mendapat topangan pelayanan dasar yang prima.
“Jadi biar kader lebih semangat, biar sinergi antara pemerintah daerah dengan kader semakin kuat. Saya meyakini bahwa kemajuan suatu daerah diawali dari desanya dulu harus maju, dan kader adalah garda terdepan,” ujarnya.
Fiskal Belum Pulih Total
Di hadapan ratusan kader Posyandu yang hadir, Citra juga blak-blakan mengenai kondisi keuangan daerah yang saat ini masih mengalami keterbatasan. Selain kapasitas fiskal daerah yang belum pulih total, Pemkab Pangandaran juga harus menghadapi kebijakan pemotongan alokasi dana transfer dari pemerintah pusat.
“Ya, saya hanya sedikit bercerita bahwa kondisi fiskal kita terbatas. Saya jadi bupati memang dalam kondisi fiskal terbatas, sudah begitu transfer pusat ke daerah dipotong lagi. Tapi saya bilang, dengan kondisi fiskal terbatas pun saya masih memperhatikan insentif kader,” tutur Citra.
Melalui program pembinaan intensif ini, Pemkab Pangandaran berharap kolaborasi antara jajaran pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu semakin solid. Langkah ini menjadi strategi utama agar pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa dapat berjalan jauh lebih optimal.
(Sajidin)



