spot_imgspot_img
Senin 6 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tembus 283 Ribu Wisatawan dalam 12 Hari, Sektor Pariwisata Sukses Dongkrak PAD Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sebanyak enam objek wisata utama di Kabupaten Pangandaran sukses menjaring 283.060 orang wisatawan dalam kurun waktu 12 hari, tepatnya sepanjang periode 25 Juni hingga 6 Juli 2026.

Data resmi dari pihak pengelola objek wisata hingga Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB membuktikan bahwa kawasan Pantai Pangandaran masih memuncaki daftar destinasi favorit dengan mencatatkan total 170.030 kunjungan.

Baca Juga: Anggota DPRD Pangandaran Hesti Mulyati Pilih Buka Usaha Kuliner Ketimbang Bangun Dapur MBG 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, menjelaskan bahwa lonjakan volume pelancong ini membawa dampak instan pada kenaikan pendapatan daerah, khususnya dari pos sektor pajak dan retribusi wisata.

“Dari data kunjungan ini terlihat jelas, akhir pekan selalu menjadi puncak. Seperti Sabtu 4 Juli 2026 kemarin total kunjungan mencapai 55.050 orang. Ini potensi besar bagi PAD kita dari pajak hotel, restoran, dan retribusi,” ujar Sarlan saat memberikan konfirmasi, Senin (6/7/2026).

Peta 6 Destinasi Wisata Paling Ramah Pengunjung

Berdasarkan rilis data Bapenda, berikut urutan enam objek wisata yang paling banyak memikat hati wisatawan selama musim liburan ini:

  1. Pantai Pangandaran: 170.030 orang
  2. Pantai Batukaras: 51.307 orang
  3. Pantai Batu Hiu: 18.826 orang
  4. Pantai Karapyak: 16.979 orang
  5. Green Canyon: 13.939 orang
  6. Pantai Madasari: 11.979 orang

Kepadatan arus wisatawan mencapai puncaknya pada Sabtu, 4 Juli 2026. Pada hari itu, sebanyak 32.368 orang menyerbu Pantai Pangandaran dan 10.813 orang memadati Batukaras, sehingga total kunjungan harian menyentuh angka 55.050 orang.

“Pola ini sudah kami prediksi. Saat libur sekolah dan weekend, Pangandaran memang jadi tujuan utama wisatawan dari Jabar, Jateng, bahkan Jakarta,” kata Sarlan.

Perputaran Uang Mengalir ke Hotel, Restoran, dan UMKM

Sarlan menambahkan, setiap ada tren kenaikan jumlah wisatawan secara otomatis akan mengerek naik grafik penerimaan dari pajak restoran, pajak hotel, serta retribusi masuk objek wisata.

“Dengan jumlah kunjungan 283 ribu dalam 12 hari, perputaran uang di sektor kuliner, penginapan, dan UMKM juga ikut naik. Ini yang kita dorong agar pelaku usaha tertib administrasi dan setor pajak,” jelasnya.

Ia mencontohkan, menjamurnya berbagai usaha kuliner baru di sepanjang jalur wisata—seperti yang tengah tumbuh di wilayah Padaherang—turut menyumbangkan objek pajak baru yang potensial bagi daerah.

“Semakin ramai wisatawan, semakin banyak usaha yang tumbuh. Tugas kami di Bapenda adalah melakukan pendataan dan pembinaan agar PAD bisa optimal,” ucap Sarlan.

Melihat tren kedatangan pelancong yang konsisten tinggi, Bapenda Pangandaran memelihara optimisme besar bahwa mereka mampu menyentuh, bahkan melampaui target PAD tahun anggaran 2026.

“Kami terus intensifikasi dan ekstensifikasi. Mendata objek baru, jemput bola ke pelaku usaha. Harapannya ekonomi bergerak, PAD naik, dan pembangunan di Pangandaran bisa lebih cepat,” pungkas Sarlan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pangandaran tetap melayangkan imbauan agar para wisatawan senantiasa menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan selama berlibur demi kenyamanan bersama.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru