BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, membuat pengakuan mengejutkan terkait dinamika di internal pemerintahan. Ia mengaku bahwa sang Wali Kota hampir tidak pernah melibatkannya dalam pembahasan berbagai program strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sejak hari pertama pelantikan.
Erwin membeberkan bahwa ia tidak pernah mendapatkan ajakan untuk membahas APBD, pergeseran anggaran, rotasi-mutasi pejabat, hingga pelaksanaan program kerja. Kendati demikian, ia menegaskan tetap siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Wali Kota Bandung demi kepentingan masyarakat.
Baca Juga: Konsolidasi Jabar Sukses 100 Persen, PPP Mulai Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029
Menurut penuturan Erwin, kondisi minimnya pelibatan ini sudah berlangsung sejak awal dirinya mengemban jabatan sebagai orang nomor dua di Kota Kembang. Setelah momen pelantikan, ia hanya beberapa kali mengikuti pertemuan bersama Wali Kota. Selebihnya, pembahasan kebijakan strategis berjalan tanpa kehadiran dirinya.
“Terus terang saja, saya selama ini tidak pernah diajak oleh wali kota. Dari mulai pergeseran anggaran, anggaran perubahan, APBD, program kerja Kota Bandung, rotasi mutasi, saya belum pernah diajak. Kemarin terakhir saya diajak rapat pimpinan, itu pun saya tidak bicara apa-apa,” kata Erwin di Balai Kota Bandung, Senin (6/7/2026).
Sulit Mengawal Janji Politik Pilkada
Erwin menilai, penyingkirannya dari pembahasan kebijakan membuat ia buta terhadap sejauh mana realisasi program maupun janji politik yang mereka usung bersama saat momentum Pilkada lalu.
“Saya juga ingin mengawal janji politik kita kepada masyarakat. Apakah ini berjalan sesuai RPJMD atau tidak, saya belum tahu juga. Saya belum tahu karena memang beliau tidak pernah mengajak membahas program kerja,” sesalnya.
Ia mengaku sudah berulang kali melayangkan masukan kepada Wali Kota Bandung terkait roda pemerintahan. Namun, karena tidak kunjung mendapatkan ruang untuk berdiskusi mengenai program strategis, Erwin akhirnya memilih fokus menuntaskan tugas yang sesuai dengan fungsi pokoknya saja.
“Saya sudah berkali-kali memberi masukan. Cuma mungkin kewenangannya di Pak Wali dan Pak Sekda. Selama ini saya belum pernah bicara soal program kerja,” ungkap Erwin.
Komunikasi Mandek, Berharap Bisa Kembali Bersinergi
Erwin memastikan tetap berkomitmen menyelesaikan setiap tanggung jawab yang bupati atau sistem berikan kepadanya. Saat memimpin Satuan Tugas Khusus (Satgasus), ia langsung tancap gas memberangus peredaran minuman keras, menertibkan reklame liar, hingga memberantas praktik prostitusi.
“Selama penugasan saya menjalankan sesuai tupoksi. Sekarang katanya sudah diserahkan kepada Sekda. Tapi kalau ada persoalan, insyaallah saya tetap akan turun membantu,” ucapnya.
Di sisi lain, Erwin mengungkapkan bahwa jalinan komunikasi dengan Wali Kota Bandung saat ini nyaris putus. Percakapan terakhir antara keduanya hanya terjadi sekilas saat menghadiri rapat pimpinan beberapa waktu lalu.
“Sampai saat ini saya belum komunikasi. Terakhir waktu rapat pimpinan sempat ngobrol sebentar, setelah itu belum komunikasi lagi,” cetusnya.
Kendati kerap menerima perlakuan tersebut, Erwin tetap menaruh harapan besar agar hubungan kerja mereka bisa mencair dan membaik kembali. Ia memandang keharmonisan pemimpin merupakan kunci utama dalam melayani warga.
“Saya berharap kita bisa guyub, bisa kolaborasi. Saya ini seorang wakil, tentunya punya tugas mewakili. Cuma saat ini saya juga jarang mendapat tugas oleh Pak Wali,” tuturnya.
Erwin menilai hubungan antara wali kota dan wakil wali kota semestinya berjalan beriringan dan saling melengkapi. Ia bahkan mengutip penggalan ayat suci Al-Qur’an untuk mengibaratkan keserasian hubungan kepemimpinan tersebut.
“Saya sudah mengingatkan kepada Pak Wali bahwa wali kota dan wakil itu seperti suami istri, harus saling melengkapi. Mudah-mudahan ke depan kami bisa kembali bersinergi untuk Kota Bandung,” pungkas Erwin.
(Yusuf Mugni)



