spot_imgspot_img
Rabu 24 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berpamitan Pergi Main, Bocah 7 Tahun di Ciamis Ditemukan Tak Bernyawa Mengambang di Sungai

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Tragedi laka air kembali mengguncang wilayah Kabupaten Ciamis. Seorang bocah bernama Rapli Aditi Firmansyah (7) mengembuskan napas terakhir setelah tenggelam di aliran Sungai Ciputrahaji, Dusun Pongporang, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (24/6/2026). Warga setempat menemukan jasad korban dalam posisi mengambang di permukaan air.

Dugaan kuat menyatakan korban terpeleset lalu jatuh ke dalam palung sungai. Meskipun kondisi debit air Sungai Ciputrahaji saat ini sedang surut akibat musim, karakteristik dasar sungai tersebut rupanya sangat dalam dan menyimpan pusaran air yang membahayakan anak-anak.

Baca Juga: Nekat Menyalip di Tikungan, Truk Boks Hantam Pengendara Mio hingga Tewas di Ciamis

Penemuan jasad bocah yang mengambang di aliran sungai tersebut seketika memicu kehebohan besar di kalangan masyarakat sekitar lokasi kejadian. Warga yang terkejut langsung berdatangan ke area bantaran sungai untuk mengevakuasi korban.

“Kami menerima laporan resmi dari pihak Pemerintah Desa Sindangrasa sekitar pukul 16.30 WIB tadi petang terkait penemuan mayat anak di Sungai Ciputrahaji. Personel piket Pos Damkar WMK Banjarsari langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna menindaklanjuti laporan tersebut,” ungkap personel Damkar Pos WMK Banjarsari, Uju Suparman, Rabu (24/6/2026).

Berpamitan Pergi Main, Korban Terpeleset ke Sungai Dalam Tanpa Diketahui Rekan Sepermainan

Uju menuturkan, kronologi peristiwa bermula saat Rapli berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi bermain bersama teman-teman sebaya. Namun, ketika melewati jalur di tepi sungai, korban diduga kehilangan keseimbangan sehingga terpeleset dan terperosok ke dalam air.

Lantaran tidak ada orang dewasa yang melihat insiden jatuhnya korban ke sungai, anak malang tersebut terjebak terlalu lama di dalam air hingga kehabisan oksigen dan meninggal dunia. Rekan-rekan korban yang panik baru melaporkan kehilangan setelah tubuh korban menghilang dari pandangan.

Pihak Damkar Ciamis mencatat bahwa kasus kematian anak akibat tenggelam di aliran sungai bukan merupakan peristiwa perdana di wilayah ini. Dalam beberapa bulan terakhir, rupa-rupa insiden serupa secara beruntun merenggut nyawa anak-anak di berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Pemerintah pun merilis daftar wilayah yang mencatatkan laka air serupa. Antara lain Kecamatan Purwadadi, Lakbok, Tambaksari, dan yang terbaru di Kecamatan Banjaranyar.

Atas rentetan kejadian kelam ini, Damkar Ciamis mendesak para orang tua untuk memperketat pengawasan anak. Terlebih melarang anak-anak beraktivitas di dekat bibir sungai tanpa pendampingan orang dewasa.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru