SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mempercepat penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama penopang ekonomi daerah. Otoritas setempat meluncurkan rupa-rupa langkah strategis demi mendongkrak kapasitas serta daya saing para pelaku usaha lokal agar mampu bertumbuh secara berkelanjutan.
Salah satu motor penggerak utama gerakan ini menginduk pada Program UMKM Naik Kelas Jawa Barat Tahun 2026. Skema pembinaan ini mengarsiteki peningkatan kualitas usaha dari rupa-rupa aspek krusial, mulai dari manajemen produksi, tata kelola internal korporasi, hingga perluasan jaringan penetrasi pasar digital.
Baca Juga: KPAID Jabar Ungkap 15,6 Juta Anak Rentan Krisis Moral, Pangdam Siliwangi Ajak Perkuat Peran Keluarga
Lewat program ini, Pemkab Sumedang memproyeksikan para pelaku UMKM lokal memiliki kesiapan penuh dalam menghadapi dinamika dunia usaha serta lincah beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang kian kompetitif.
“Kami menggarisbawahi pentingnya kualitas para pengusaha agar mereka mampu bertahan di tengah persaingan ketat. Jiwa petarung (survive) wajib melekat erat dalam diri setiap pelaku usaha di Sumedang,” tegas Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, saat menerima audiensi jajaran pendamping UMKM di Ruang Rapat Wakil Bupati, Rabu (24/6/2026).
Cetak 1.077 Alumni, Wabup Fajar Aldila Minta Pendamping Selektif Pilih Role Model dan Siapkan Road Map
Intervensi Program UMKM Naik Kelas di Sumedang telah mengalirkan dampak positif yang masif. Sepanjang periode tahun 2019 hingga 2026, program ini sukses mencetak 1.077 pelaku UMKM sebagai alumni siap saing.
Guna melanjutkan tren positif ini, panitia menjadwalkan agenda Kick Off Program UMKM Naik Kelas Tahun 2026 pada Senin, 29 Juni 2026, mengambil tempat di Aula Bank BJB Sumedang. Agenda ini menandai mulainya fase pembinaan intensif bagi para pelaku usaha terpilih.
Wabup Fajar Aldila menyoroti peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pergeseran pola pikir (mindset) sebagai kunci mutlak keberlanjutan bisnis. Ia menginstruksikan tim pendamping agar menjalankan proses seleksi peserta secara cermat dan objektif demi melahirkan figur percontohan (role model) yang mumpuni bagi pelaku usaha lain.
Tak sebatas menyuguhkan pembinaan teori, Pemkab Sumedang juga mengguyur dukungan permodalan lewat Program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda). Fasilitas pembiayaan ini menawarkan akses modal usaha dengan suku bunga rendah guna meringankan beban operasional pelaku UMKM.
Merespons arahan tersebut, Pendamping UMKM Sumedang, Ronni Bahauddin, mendesak pemerintah agar menyusun cetak biru (road map) pengembangan UMKM yang berkelanjutan. Ronni menyarankan agar jalinan pendampingan tidak terputus pasca-masa inkubasi empat bulan selesai, melainkan terus berjalan lewat pemantauan berkala demi kontribusi ekonomi makro daerah yang lebih besar.
(Jingga Sonjaya)



