spot_imgspot_img
Jumat 19 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perkuat Ekonomi Masyarakat, Pemkab Garut Dorong Inklusi Keuangan Syariah

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Jawa Barat (Jabar) mendorong penguatan inklusi keuangan syariah sebagai salah satu upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan memperluas akses layanan keuangan yang berkeadilan serta berkelanjutan.

Komitmen tersebut di sampaikan Sekda Garut, Nurdin Yana dalam kegiatan School of Syariah dan Implementasi Program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Auditorium Institut Agama Islam (IAI) Persis Garut, Jalan Aruji Kartawinata, Kecamatan Tarogong Kidul.

BACA JUGA:

Pedagang Garut Plaza Bantu Duafa dan Anak Yatim

Sekda mengatakan, Kabupaten Garut memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Barat.

Menurutnya, potensi tersebut di dukung oleh kekuatan sektor pertanian, perkembangan UMKM yang terus tumbuh serta keberadaan pondok pesantren dan komunitas keagamaan yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan ekonomi umat.

Pihaknya menekankan pentingnya memperluas akses layanan keuangan formal hingga ke tingkat desa melalui pengembangan agen Laku Pandai.

Kehadiran layanan perbankan syariah di tingkat desa di harapkan dapat membuka akses keuangan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal sekaligus memperkuat literasi keuangan berbasis prinsip syariah.

BACA JUGA:

Bootcamp Wiramuda Hebat Bekali Pemuda Garut Jiwa Kepemimpinan

“Program ini menjadi langkah yang strategis dalam kerangka memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penguatan peran tokoh agama. Di mana kita tahu bahwa basis agama sangat kuat sehingga entry point inilah saya kira akan menguatkan kepiawaian ekonomi masyarakat dalam rangka mengembangkan usaha,” ungkap Sekda.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), M. Ismail Riyadi mengatakan, tujuan literasi keuangan untuk membangun pengetahuan, pemahaman dan keyakinan masyarakat dalam mengelola keuangan. Sehingga mampu mendorong perubahan perilaku yang lebih baik.

Ismail menjelaskan, program EPIKS merupakan upaya kolaboratif antara OJK dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk mengembangkan pusat-pusat keuangan syariah berbasis ekosistem. Termasuk pondok pesantren, desa dan perguruan tinggi.

BACA JUGA:

Bupati Garut: 2 Indikator Pengukur Kapasitas ASN

Sekretaris Umum PP Persis, Haris Muslim menyebut, jaringan organisasi yang tersebar di berbagai daerah serta dukungan lembaga pendidikan yang di miliki menjadi modal besar dalam pengembangan ekonomi umat.

“Saat ini persatuan Islam sudah ada di 26 provinsi yang mempunyai lebih dari 500 lembaga pendidikan. Mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi, mempunyai 10 juta aktivis yang ikut aktif terlibat dalam kegiatan persatuan Islam. Ini sejatinya menjadi potensi ekonomi yang luar biasa,” ungkapnya.

Ketua PD Persis Kabupaten Garut, Ustadz Gun Gun Abdul Basit menjelaskan, aktivitas ekonomi merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat maupun dalam aktivitas organisasi Persatuan Islam.

“Dalam keseharian kita tidak lepas dari kegiatan ekonomi,” singkatnya.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru