spot_imgspot_img
Selasa 9 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

120 KK di Perumahan Geologi Cisaranten Terisolasi, Pemkot Bandung Siapkan Akses Jalan Baru

BANDUNG ,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Jawa Barat (Jabar) gerak cepat menindaklanjuti keluhan warga Perumahan Geologi di kawasan Cisaranten yang terisolasi akibat tertutupnya akses jalan utama menuju permukiman.

Sebanyak 120 Kepala Keluarga (KK) di laporkan terisolasi setelah akses jalan yang selama ini di gunakan warga di tutup.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Hidupkan Kembali Siskamling untuk Cegah Begal dan Geng Motor

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, persoalan tersebut mencuat saat dirinya menerima audiensi dari warga yang mengadukan kondisi lingkungan mereka

“Saya menerima audiensi warga. Ada sekitar 120 KK terisolasi di Jalan Cisaranten. Insyaallah mungkin segera selesai,” kata Erwin, Selasa (9/6/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemkot Bandung langsung mengumpulkan sejumlah perangkat daerah terkait untuk mencari solusi yang sesuai dengan ketentuan hukum dan tata ruang.

“Saya tadi sudah panggil DPKP, Dinas Cipta Bintar dan lurah. Kami mencoba mencari solusi. Kalau tidak melanggar aturan maupun hukum, kami akan membuka sedikit jalan dari benteng rusun. Insyaallah bisa,” katanya.

Erwin menjelaskan, warga saat ini mengalami kesulitan akses karena jalan yang selama ini di gunakan sudah tidak dapat di lalui.

“Jadi tidak ada akses jalan karena di tutup. Sekarang hanya ada jalan motor saja. Tapi Insyaallah sudah ada solusi dan mudah-mudahan segera selesai,” ucapnya.

BACA JUGA:

Dinas Pendidikan Kota Bandung Buka Desk Layanan Terpadu SPMB

Menurut Erwin, berdasarkan laporan yang di terimanya, akses jalan tertutup setelah lahan di sekitar lokasi di beli oleh pihak tertentu dan di rencanakan untuk pembangunan.

“Terisolirnya karena di tutup jalannya. Ada tanah milik orang yang di beli. Mungkin akan di bangun. Sehingga tidak ada lagi jalan keluar yang memadai,” ujarnya.

Sebagai solusi, Pemkot Bandung tengah mengkaji pembukaan akses melalui kawasan rumah susun (rusun) yang berada di sekitar lokasi.

Akses baru itu nantinya akan di hubungkan dengan jalan lingkungan yang sudah ada agar warga kembali memiliki jalur keluar-masuk yang layak.

“Jalan lingkungan itu nantinya di sambungkan dengan di bukanya akses dari kawasan rusun. Bentengnya mungkin akan di alihkan sedikit untuk di buat jalan keluar bagi warga,” katanya.

Erwin memastikan Pemkot Bandung akan terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut dan segera melaporkannya kepada Wali Kota Bandung agar solusi yang di siapkan dapat segera di realisasikan.

“Masalah apa pun yang di hadapi warga, kami akan bantu selesaikan. Yang penting semua sesuai aturan dan regulasi yang berlaku,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru