BANJAR,FOKUSJabar.id: Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi, Adian Napitupulu, mendampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menyambangi Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Banjar di Jalan Brigjen M. Isa, Jumat (5/6/2026). Kedatangan dua srikandi dan politisi gaek partai berlambang banteng moncong putih ini bertujuan untuk membakar semangat sekaligus menggelar konsolidasi akbar bersama pengurus struktural dan anggota legislatif setempat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjar, Nana Suryana, bersama seluruh jajaran pengurus serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Banjar langsung memberikan sambutan hangat saat menyambut kedatangan rombongan elit DPP dan DPD tersebut.
Baca Juga: Razheva Zarla Dwiqie Jelita Raih Juara 1 Lomba Dongeng FLS2N Banjar
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan agenda utama kunjungan kali ini berfokus pada upaya memastikan mesin partai di Kota Banjar bekerja optimal. Pola penguatan struktur organisasi wajib menyentuh seluruh tingkatan. Mulai dari level DPC, PAC (kecamatan), Ranting (desa/kelurahan), hingga Anak Ranting di tingkat RW.
“Pada bulan Juni 2026 ini semua mudah-mudahan sudah selesai. Kemudian SK DPD untuk PAC serta SK DPC untuk ranting dan anak ranting,” ungkap Ono Surono.
Selain merapikan barisan struktural, Ono menyebut konsolidasi ini memikul misi penting. Tentunya untuk mengawal seluruh instruksi dari DPP dan DPD agar berjalan tegak lurus di Kota Banjar.
Salah satu poin krusialnya yakni menginstruksikan para anggota dewan dari PDI Perjuangan untuk memelototi dan mengevaluasi APBD Kota Banjar. Agar porsi belanja daerah lebih condong memprioritaskan sektor pelayanan publik warga.
“Penguatan ekonomi rakyat, perlindungan masyarakat, dan jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan itu yang harus dijalankan anggota dewan,” tegasnya.
Respons Fluktuasi Ekonomi, Kader Banteng Banjar Wajib Gerakkan Tanam Pendamping Beras
Ono Surono juga mengingatkan kembali instruksi sakral dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Ia meminta seluruh kader untuk turun ke bawah dan mengorganisasi masyarakat agar menanam 10 komoditas pangan pendamping beras.
Langkah taktis ini membidik pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang kosong untuk ditanami berbagai jenis sayuran esensial harian seperti cabai merah, tomat, dan sayuran produktif lainnya.
“Sesuai dengan instruksi Ketum, memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran, seperti cabai, tomat, dan lainnya. Sebagai upaya kemandirian pangan di tengah kenaikan harga-harga akibat fluktuasi ekonomi,” pungkas Ono.
Melalui gerakan kemandirian pangan ini, PDI Perjuangan Kota Banjar optimistis bisa membantu menjaga stabilitas isi dompet konsumsi dapur konsumen kelas bawah. Sekaligus membuktikan eksistensi partai yang selalu hadir memberi solusi konkret di tengah impitan inflasi kebutuhan pokok masyarakat.
(Agus Purwadi)



