BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung langsung mengalihkan fokus kerja sepenuhnya pada sektor pelayanan publik dan akselerasi pembangunan kota. Langkah taktis ini menyusul terbitnya keputusan resmi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung yang menghentikan proses hukum (SP3) terhadap Wakil Wali Kota Bandung, Erwin.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa institusinya sangat menghormati ketetapan yang telah menjadi keputusan aparat penegak hukum tersebut. Baginya, muara paling krusial dari seluruh dinamika hukum yang sempat bergulir selama enam bulan ini adalah lahirnya sebuah kepastian hukum yang jelas.
Baca Juga: Kejari Kota Bandung Ungkap Alasan SP3 Erwin dan Rendiana, Tak Ditemukan Aliran Dan
“Sebagaimana yang pernah saya sampaikan sebelumnya, yang terpenting adalah adanya kepastian hukum. Dengan adanya keputusan ini, saya berharap seluruh pihak dapat menghormati proses yang telah berjalan dan bersama-sama menatap ke depan,” kata Farhan saat memberikan pernyataan resmi di Bandung, Rabu (3/6/2026).
Farhan menguraikan bahwa sejak awal bergulirnya kasus, Pemkot Bandung memegang komitmen kuat untuk tidak mengintervensi dan menghargai setiap tahapan hukum. Secara paralel, jajaran eksekutif kota juga bergerak memastikan roda birokrasi pemerintahan serta pemenuhan hak pelayanan bagi warga lokal tidak mengalami hambatan sedikit pun.
Mantan anggota DPR RI ini menilai, Kota Bandung saat ini masih mengantongi segudang tantangan serta persoalan urban yang membutuhkan atensi khusus dan jalan keluar kolektif. Oleh sebab itu, ia ingin mengonsolidasikan kembali energi seluruh pemangku kebijakan untuk melahirkan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus menggenjot target pembangunan daerah.
“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang baik. Kemudian pembangunan terus berjalan dan berbagai persoalan kota dapat ditangani secara optimal. Kepentingan warga harus selalu menjadi prioritas utama,” tegas Farhan.
Kawal Program Prioritas dan Jamin Stabilitas Birokrasi
Farhan menjamin seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung akan terus bekerja secara profesional. Terlebih bekerja secara netral, dan fokus menjaga stabilitas internal pemerintahan. Selain pembenahan internal, ia berjanji akan memperluas jejaring kolaborasi lintas sektor agar seluruh agenda program prioritas dapat terealisasi secara efektif.
Ia menambahkan, indikator kesuksesan pemerintah saat ini berpusat pada sejauh mana proyek infrastruktur kota berjalan sesuai cetak biru (blueprint) awal. Serta seberapa responsif dinas-dinas terkait dalam melayani kebutuhan harian masyarakat. Sinergi ini menjadi modal utama demi mewujudkan Kota Bandung yang jauh lebih maju, tertata, serta nyaman bagi seluruh lapisan warganya.
(Yusuf Mugni)



