PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) berkomitmen mengawal pembangunan daerah berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Penegasan itu di sampaikan Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pangandaran, Tian Kadarisman bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Minggu (1/6/2026).
BACA JUGA:
Long Weekend, 7.328 Kendaraan Padati Pantai Pangandaran
KNPI Pangandaran menilai, dinamika pembangunan daerah saat ini menunjukkan perkembangan yang patut di apresiasi. Kehadiran pemerintah yang aktif menyerap aspirasi masyarakat serta upaya menyelesaikan persoalan di lapangan menjadi langkah positif yang perlu di dukung.
Namun, pihaknya juga mencatat masih ada tantangan yang perlu perhatian serius. Mulai dari tata kelola kebijakan, pelayanan publik hingga persoalan strategis lain yang harus di selesaikan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan kelompok.
Dalam situasi tersebut, posisi KNPI sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus penyeimbang yang independen, objektif dan rasional.
Pembangunan yang sehat membutuhkan ruang dialog terbuka, kritik konstruktif serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Khususnya generasi muda.
Tian Kadarisman mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh di maknai sebatas seremoni tahunan. Momentum ini harus menjadi refleksi bersama untuk memastikan arah pembangunan daerah tetap berpihak kepada rakyat.
”Pancasila mengajarkan kita tentang gotong royong, persatuan dan keadilan sosial. Karena itu, Kami hadir bukan sebagai oposisi yang sekadar mengkritik. Namun sebagai mitra yang berani memberi masukan, mengawal kebijakan serta memastikan setiap proses pembangunan berjalan sesuai kepentingan masyarakat,” kata Tian.
Selama dua tahun kepengurusan, KNPI Pangandaran tetap aktif menjalankan program meski tanpa dukungan anggaran.
Sejumlah kegiatan pengembangan kepemudaan di gelar. Mulai dari turnamen olahraga, seminar kepariwisataan, kegiatan sosial hingga advokasi kebijakan publik.
BACA JUGA:
87 Ribu Wisatawan Padati Objek Wisata Pangandaran
Advokasi yang di lakukan menyentuh isu pendidikan, kesehatan, transparansi anggaran serta pengawasan program pemerintah yang berdampak langsung kepada masyarakat.
KNPI Pangandaran juga turut mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dan pemanfaatan hasil produksi desa sebagai bagian dari rantai pasok program.
Langkah ini di nilai penting agar manfaat ekonomi dari program pemerintah di rasakan lebih luas oleh masyarakat desa dan mampu menggerakkan perekonomian lokal.
”Kami meyakini di mana ada persoalan, di sana pemuda harus hadir menjadi bagian dari solusi. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengabdi,” tegas Tian.
Dia menambahkan, kemajuan daerah tidak dapat di wujudkan satu pihak saja. Di butuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan seluruh elemen kepemudaan.
Pada momentum Hari Lahir Pancasila, KNPI mengajak seluruh pemuda untuk tidak apatis terhadap kondisi lingkungan dan pembangunan daerah.
Pemuda di minta berani menyampaikan gagasan, kritik maupun solusi secara bertanggung jawab.
”Jangan pernah takut bersuara ketika menemukan ketidakrasionalan atau kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat. Sikap kritis harus di barengi dengan solusi dan semangat membangun. Berani berbeda bukan untuk memecah belah. Melainkan untuk saling menguatkan demi kemajuan Pangandaran,” kata Tian.
Sebagai rumah kepemudaan, KNPI Kabupaten Pangandaran membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki komitmen sama dalam membangun daerah.
Pihaknya berharap, tidak ada lagi ego sektoral yang menghambat perkembangan pemuda maupun kemajuan Kabupaten Pangandaran.
Melalui semangat Hari Lahir Pancasila, KNPI menegaskan komitmen mengedepankan rasionalitas, integritas, keberanian dan kolaborasi dalam mengawal pembangunan daerah.
Tujuannya agar cita-cita mewujudkan Pangandaran yang maju, adil, mandiri dan sejahtera dapat terwujud bersama.
(Sajidin)



