PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Jajaran Polsek Sidamulih bersama tim medis Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Provinsi Jawa Barat mendatangi kediaman seorang warga pengidap skizofrenia di Dusun Karanganyar RT 004/002, Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jumat (29/5/2026).
Kedatangan tim gabungan ini bertujuan untuk menjemput dan membawa warga tersebut agar mendapatkan perawatan medis yang lebih layak.
Baca Juga: Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Timur Pangandaran
Kapolsek Sidamulih, Iptu Nurjaman, memimpin langsung jalannya aksi penjemputan humanis ini. Ia bergerak bersama unsur Muspika, tenaga kesehatan Puskesmas setempat, dinas sosial, Camat Sidamulih Dudung Sopandi, Kepala Desa Kalijati Dodi Sriwanto, serta Babinsa Serka Surandi. Berkat pendekatan yang persuasif, pihak keluarga memberikan persetujuan penuh sehingga proses evakuasi berjalan aman, tertib, dan lancar.
Warga yang mendapatkan bantuan penanganan medis tersebut bernama Sugeng. Catatan lingkungan setempat menunjukkan Sugeng telah berjuang melawan gangguan jiwa skizofrenia selama kurang lebih lima tahun terakhir. Pihak keluarga sebenarnya sempat membawa Sugeng berobat ke RS Siaga Medika Banyumas, Jawa Tengah pada tahun 2025 lalu, sebelum akhirnya mereka memutuskan pindah ke Sidomulyo, Pangandaran.
Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, melalui pernyataan Iptu Nurjaman menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan berfungsi sebagai mediator yang menjembatani pihak keluarga dengan instansi kesehatan. Langkah ini juga memastikan seluruh tahapan evakuasi medis berjalan sesuai prosedur kemanusiaan.
“Pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan penanganan medis dan pendampingan khusus,” ujar Iptu Nurjaman.
Berawal dari Video Viral, Respons Responsif Dedi Mulyadi Tuai Pujian
Aksi penjemputan medis ini ternyata memiliki cerita latar belakang yang sempat menghebohkan dunia maya. Jagat media sosial sebelumnya sempat gempar oleh beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan Sugeng melontarkan kalimat bermuatan penghinaan terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Alih-alih menempuh jalur hukum, Gubernur Dedi Mulyadi justru menunjukkan jiwa besar yang luar biasa. Sang gubernur memilih memaafkan tindakan tersebut secara tulus. Tidak sampai di situ, mantan bupati Purwakarta yang terkenal responsif ini bahkan langsung turun tangan membiayai dan memfasilitasi proses penyembuhan total bagi Sugeng di RSJ Cisarua.
Melalui unggahan video pendek di akun Instagram resminya, @dedimulyadi71, pada Jumat (29/5/2026), Dedi Mulyadi menyelipkan doa tulus demi kesembuhan warganya tersebut.
“Semoga lekas sembuh Pak Sugeng. Nanti saya tengok ke Rumah Sakit Cisarua,” tulis Dedi lewat media sosialnya, yang langsung memanen ribuan respons positif dari warganet.
Melalui penanganan intensif di bawah pengawasan dokter spesialis RSJ Cisarua, Polres Pangandaran berharap Sugeng dapat segera pulih. Terlebih dapat kembali beraktivitas normal. Pihak kepolisian juga mengimbau momentum ini menjadi sarana edukasi berharga. Tujaunnya agar masyarakat luas semakin peduli terhadap isu kesehatan mental serta bersedia menghapus stigma negatif terhadap para penyintas gangguan jiwa.
(Sajidin)



