spot_imgspot_img
Jumat 29 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ahmad Bajuri Negarawan Daerah Pembuka Gerbang Aspirasi DOB Garut Utara

GARUT, FOKUSJabar.id: Ahmad Bajuri menjadi salah satu tokoh yang ikut mengawal perjalanan panjang perjuangan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Garut Utara Jawa Barat (Jabar).

Dia adalah pimpinan legislatif periode 2009–2014 saat aspirasi pembentukan Kabupaten Garut Utara pertama kali di sampaikan secara resmi kepada DPRD Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Adang Hambali “Gunung Pananggeuhan” Perjuangan DOB Garut Utara

Kala itu tanggal 12 Juli 2012 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan Garut Utara. Di mana Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) secara resmi menyampaikan proposal usulan pembentukan DOB Kabupaten Garut Utara kepada DPRD.

Proposal tersebut di terima langsung Ketua DPRD Garut, Ahmad Bajuri.

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni penerimaan dokumen aspirasi masyarakat. Peristiwa itu menjadi penanda bahwa perjuangan Garut Utara telah memasuki jalur konstitusional dan memperoleh ruang resmi dalam sistem pemerintahan daerah.

Sejak saat itu, gagasan pemekaran Garut Utara tidak lagi hanya menjadi wacana di tengah masyarakat. Tetapi mulai di bahas dalam ruang-ruang kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah.

Ahmad Bajuri menyampaikan pandangan yang hingga kini masih relevan sebagai dasar argumentasi perjuangan Garut Utara.

Menurut Dia, Garut Utara memiliki akar sejarah yang kuat dan tidak dapat di pisahkan dari sejarah lahirnya Kabupaten Garut.

Sebelum Kabupaten Garut berdiri seperti sekarang, wilayah Limbangan pernah menjadi pusat pemerintahan yang di kenal sebagai Kabupaten Limbangan.

Dari wilayah inilah tumbuh berbagai jejak sejarah, budaya, pemerintahan dan peradaban yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Garut hingga saat ini.

BACA JUGA:

“Singa Limbangan” Pemberi Mandat Perjuangan CDOB Garut Utara

Karenanya, aspirasi pembentukan Kabupaten Garut Utara bukanlah gagasan yang muncul tanpa dasar sejarah. Sebaliknya, aspirasi tersebut memiliki landasan historis yang kuat dan merupakan bagian dari ikhtiar untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta mengoptimalkan potensi wilayah yang selama ini belum berkembang secara maksimal.

Bajuri juga menyoroti posisi geografis Garut Utara yang sangat strategis. Wilayah ini berada pada jalur perlintasan utama perdagangan dan jasa di Jawa Barat yang menghubungkan Kabupaten Garut dengan Kabupaten Bandung, Sumedang, Tasikmalaya dan berbagai kawasan lainnya.

Kehadiran Jalan Nasional yang melintasi hampir seluruh kawasan Garut Utara menjadikan wilayah ini sebagai simpul ekonomi yang memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru.

Dari sudut pandang ekonomi, Garut Utara memiliki potensi pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, jasa serta sektor usaha masyarakat yang berkembang secara alami karena di topang mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi antarwilayah.

Potensi tersebut  tentunya menjadi modal penting bagi keberlangsungan sebuah daerah otonom baru.

Atas dasar pertimbangan sejarah, geografis, ekonomi, jumlah penduduk, luas wilayah serta kebutuhan percepatan pembangunan, Ahmad Bajuri berpandangan bahwa usulan pembentukan Kabupaten Garut Utara merupakan usulan yang realistis, rasional dan optimistis untuk di wujudkan.

BACA JUGA:

Arti dan Makna Filosofis Logo PM Gatra

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Dia tidak hanya melihat pemekaran dari sudut pandang politik semata. Melainkan sebagai instrumen pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.

Selama proses perjuangan berlangsung, Bajuri senantiasa memberikan dukungan sesuai kapasitas dan kewenangannya.

Meski tidak tercatat sebagai pengurus harian PM Gatra, Dia  selalu membuka ruang komunikasi, memberikan masukan serta mendukung berbagai langkah konstitusional yang di tempuh oleh para pejuang Garut Utara.

Pengalaman Dia sebagai Kepala Desa Cibunar Kecamatan Cibatu, anggota DPRD, Wakil Ketua Fraksi, Ketua DPRD Kabupaten Garut, akademisi, organisator serta pemimpin berbagai lembaga kemasyarakatan menjadikan pandangannya memiliki bobot dan nilai strategis dalam membaca masa depan Garut Utara.

Kini, setelah lebih dari satu dekade perjuangan berlangsung, Ahmad Bajuri tetap berada dalam barisan pendukung perjuangan masyarakat Garut Utara.

Dia di percaya menjadi salah satu Dewan Pembina PM Gatra dan terus memberikan dukungan moral, pemikiran serta semangat kepada generasi penerus perjuangan.

BACA JUGA:

Paradigma Baru Fase Akhir Perjuangan CDOB Garut Utara

Jejak Ahmad Bajuri mengajarkan bahwa perjuangan besar tidak selalu di lakukan melalui pidato-pidato panjang atau tampil di garis depan pergerakan.

Ada kalanya perjuangan di wujudkan dengan membuka pintu kebijakan, memberi ruang bagi aspirasi rakyat dan memastikan cita-cita masyarakat memperoleh tempat yang layak dalam proses pembangunan daerah.

Karena itu, dalam catatan sejarah perjuangan CDOB Kabupaten Garut Utara, Ahmad Bajuri layak di kenang sebagai Negarawan Daerah dan Ketua DPRD yang membuka gerbang aspirasi pembentukan Kabupaten Garut Utara.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru