PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Seorang pemancing lokal menemukan sesosok mayat perempuan tanpa identitas di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 18.59 WIB. Penemuan jasad ini berlokasi tepat di dekat area abrasi milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Saat saksi mata pertama kali melihatnya, kondisi tubuh korban sama sekali tidak mengenakan busana. Pemancing yang terkejut tersebut langsung bergegas melaporkan temuan mengerikan ini kepada Tim SAR Barakuda Kabupaten Pangandaran yang segera meluncur ke lokasi kejadian.
Baca Juga: Ketua DPRD Pangandaran Soroti Keamanan Wisata: ‘Jangan Jual Pesona Tanpa Jaminan Keselamatan’
Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis dan petugas di lapangan, tubuh korban bersih dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda bekas luka akibat kekerasan. Petugas juga menyebut kondisi jenazah perempuan tersebut masih tergolong segar. Hal ini memicu dugaan kuat bahwa korban baru saja mengembuskan napas terakhirnya belum lama sebelum warga menemukannya.
Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio, menjelaskan bahwa tim gabungan saat ini terus berupaya keras mengidentifikasi dan mengungkap jati diri korban yang sebenarnya. Kendati demikian, petugas mulai mendapatkan titik terang awal mengenai asal-usul jasad perempuan malang tersebut.
“Tapi tadi ada warga dari Putrapinggan yang merasa kehilangan anggota keluarganya,” ujar Sakio saat memberikan konfirmasi melalui pesan suara, Jumat malam (29/5/2026).
Guna kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut, tim evakuasi telah membawa jenazah perempuan tersebut menuju RSUD Pandega Pangandaran. Pihak rumah sakit dan kedokteran kepolisian akan melakukan visum et repertum. Serta melakukan proses identifikasi medis demi memastikan penyebab kematian dan mencocokkan data keluarga.
Hingga saat ini, petugas gabungan dari jajaran Kepolisian, Tim SAR, serta para relawan lokal masih bersiaga di sekitar lokasi penemuan.
Mereka terus menyisir area sekitar guna mencari pakaian korban dan mengumpulkan barang bukti pendukung. Serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata di lapangan. Otoritas berwenang menegaskan belum bisa memastikan penyebab mutlak dari kematian korban lantaran masih menunggu hasil otopsi dan penyelidikan kepolisian.
(Sajidin)



