CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, jabatan fungsional, kepala UPTD puskesmas serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Gedung KH Irfan Hielmy, Kompleks Islamic Center Ciamis, Selasa (26/5/2026).
Sebanyak 426 pejabat dan ASN yang di lantik yakni Jabatan Tinggi Pratama sebanyak (dua orang), 39 Administrator, 137 Pengawas, 2 Kepala UPTD Puskesmas, 23 Jabatan Fungsional dan 223 yang di angkat menjadi PNS.
BACA JUGA:
Damkar Pos WMK Banjarsari Ciamis Tangani 2 Kejadian
Bupati Ciamis mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh ASN yang baru di lantik serta di ambil sumpah jabatan.
Dia menyebut, pelantikan tersebut untuk mengisi kekosongan jabatan di berbagai jenjang dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk kecamatan.
“Pengisian jabatan ini merupakan bagian dari implementasi perubahan organisasi perangkat daerah sesuai regulasi tahun 2023 hingga perubahan Peraturan Bupati tahun 2024 terkait tugas dan fungsi OPD,” ujarnya.
Bupati Ciamis menjelaskan, setelah perubahan organisasi berjalan selama satu tahun dan lulus evaluasi, maka di lakukan penyesuaian jabatan. Termasuk pengambilan sumpah atau janji bagi CPNS yang kini resmi di angkat menjadi PNS.
“Perubahan organisasi ini harus di laksanakan sesuai ketentuan. Setelah berjalan satu tahun dan lulus evaluasi, termasuk bagi CPNS yang kini di angkat menjadi PNS, maka di lakukan pengambilan sumpah atau janji,” katanya.
Herdiat menegaskan, pelantikan bukan sekadar seremonial. Melainkan memiliki tanggung jawab besar yang harus di jalankan dengan penuh rasa syukur dan integritas.
“Momentum ini bukan hanya sekadar seremonial. Tapi yang lebih penting adalah maknanya. Saya berharap, bapak/ibu memaknai dan mensyukurinya,” kata Bupati Ciamis.
Dia juga mengingatkan seluruh ASN agar menjaga marwah dan nama baik PNS di lingkungan kerja masing-masing serta mengutamakan integritas terhadap bangsa dan negara.
“Saya berpesan, jaga marwah PNS. Nama baik di lingkungan kerja bapak ibu semua harus betul-betul terjaga. Yang lebih penting lagi integritas terhadap bangsa dan negara harus di utamakan,” tegasnya.
BACA JUGA:
Punya Prestasi Digitalisasi Terbaik Jawa-Bali, Pemkab Ciamis Jadi Lokus Riset 94 Mahasiswa Unpas
Herdiat menambahkan, aparatur pemerintah merupakan pelayan masyarakat yang harus memberikan pelayanan secara ramah, tulus dan ikhlas.
“Bapak ibu adalah pelayan masyarakat. Layani masyarakat dengan baik, ramah, tulus dan ikhlas. Jangan sekali-kali minta di layani masyarakat,” katanya.
Pihaknya bakal memberikan sanksi tegas bagi ASN yang tidak menjalankan tugas pelayanan dengan baik.
“Camkan itu. Apabila bapak ibu minta di layani, saya tidak akan segan-segan memberhentikan atau memberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.
Herdiat juga menyinggung kondisi APBD Kabupaten Ciamis yang saat ini tengah mengalami keterbatasan anggaran hingga defisit. Namun demikian, ia meminta seluruh ASN tetap optimistis dan mampu bekerja sama dalam membangun daerah.
“APBD kita sangat terbatas, bahkan minus dan defisit. Tapi saya yakin itu akan terwujud apabila kita bekerja bersama-sama, mampu bersinergi dan berkolaborasi,” katanya.
Herdiat mengajak seluruh ASN bekerja penuh tanggung jawab dan keikhlasan demi kemajuan daerah dan masa depan generasi mendatang.
“Mari kita pikirkan untuk anak cucu kita. Mari kita sama-sama bekerja dengan penuh tanggung jawab dan penuh keikhlasan. Insyaallah pekerjaan bapak ibu akan menjadi amal ibadah,” pungkasnya.
(Mia)



