spot_imgspot_img
Kamis 21 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PNM Ubah Ruang Kelas SMKN 4 Tasikmalaya Jadi Inkubator Calon Bos Muda

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Atmosfer ruang kelas SMKN 4 Kota Tasikmalaya mendadak berubah drastis, Kamis (21/5/2026). Pihak sekolah meniadakan ketukan jemari di atas papan ketik komputer ataupun hafalan teori yang menjemukan. Hari itu, ruangan kelas bertransformasi menjadi inkubator mental bagi puluhan siswa yang bersiap menjadi calon pengusaha sukses masa depan.

Melalui program nasional Pekan Nasional PNM Mengajar bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan”, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tasikmalaya turun tangan langsung untuk mengikis kecemasan para siswa dalam menghadapi kerasnya dunia kerja. Kegiatan edukatif ini sekaligus menjadi refleksi mendalam menyambut hari jadi PT PNM ke-27 yang akan jatuh pada 1 Juni 2026 mendatang.

Baca Juga: 6.500 Relawan Dapur MBG Kota Tasikmalaya Bakal Dijamin BPJS Kesehatan

PT PNM menggerakkan program edukasi inklusif ini secara masif di 58 SMK seluruh Indonesia dengan merangkul total 2.700 siswa. Khusus di Kota Resik, PNM memilih SMKN 4 Tasikmalaya sebagai lokomotif gerakan karena sekolah ini memiliki ekosistem dan fasilitas yang sangat representatif untuk menyelenggarakan agenda skala nasional.

Mendobrak Mentalitas Pekerja demi Mencetak Bos Muda


Manajer Human Capital PNM Cabang Tasikmalaya, Sandy Robi, menegaskan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah keberanian untuk mendobrak zona nyaman. Menurutnya, lulusan SMK tidak boleh lagi hanya terpaku pada impian konvensional menjadi pelamar kerja.

“Kami hadir membawa solusi riil untuk membuka cakrawala baru. Fokus utamanya adalah menyuntikkan mindset wirausaha yang kuat pada Gen-Z. Kita ingin mereka lulus dengan mentalitas seorang pemimpin atau bos, bukan sekadar pekerja,” ungkap Sandy Robi, Kamis (21/5/2026).

Tim PNM membedah materi yang terbilang komplet dan relevan dengan realitas hari ini. Para siswa tidak hanya mempelajari taktik jitu membaca peluang pasar digital untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga mendapatkan pembekalan mengenai urgensi menjaga kesehatan mental (mental health) di tengah ketatnya persaingan global. Selain itu, pemateri menyelipkan pentingnya menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam membangun sebuah bisnis.

Ke depan, PNM membuka pintu lebar-lebar bagi para siswa yang sudah mulai merintis bisnis sejak di bangku sekolah. Lembaga pembiayaan BUMN ini siap mengajak mereka berkolaborasi dan masuk ke dalam ekosistem permodalan serta program pendampingan usaha yang intensif.

Sinergi Industri Menjawab Tantangan Disrupsi Teknologi


Langkah taktis yang digagas PNM ini langsung memanen acungan jempol dari pihak manajemen sekolah. Staf Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 4 Kota Tasikmalaya, Jajang Ruhimat, menyebut intervensi langsung dari dunia industri seperti ini merupakan angin segar yang sangat dibutuhkan anak didiknya.

“Alhamdulillah, edukasi dari PNM ini sangat berdampak nyata. Anak-anak kami jadi punya kompas yang jelas mengenai peta dunia kerja dan industri kreatif. Mereka tidak lagi meraba-raba harus bersiap seperti apa setelah lulus nanti,” kata Jajang.

Peta persaingan dunia kerja modern memang menuntut perubahan besar. Lulusan SMK kini harus berkejaran dengan disrupsi teknologi dan dinamisnya kebutuhan industri. Perusahaan saat ini tidak lagi hanya memburu talenta yang mahir secara teknis (hard skills), melainkan individu yang adaptif, komunikatif, dan memiliki daya tahan mental yang tinggi (soft skills).

Kolaborasi apik antara lembaga pendidikan kejuruan dan sektor industri seperti ini diharapkan mampu mengubah tantangan zaman menjadi peluang emas. Generasi muda Tasikmalaya kini memiliki dorongan kuat untuk tegak berdiri secara mandiri. Kemudian berdaya saing global, dan siap menggerakkan roda ekonomi bangsa dari lini wirausaha.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru