PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Jajaran Satreskrim Polres Pangandaran menyelidiki peristiwa kebakaran yang melanda ruang Kelas 1 SDN 1 Cimindi, Desa Cimindi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran. Amukan si jago merah tersebut pertama kali berkobar pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Seorang saksi mata bernama Wita Yulia melihat pertama kali kepulan asap tebal keluar dari dalam ruang kelas saat ia melintas di belakang sekolah untuk mengantarkan air galon ke kantin.
Baca Juga: Pangandaran Lolos Uji Siber Nasional BSSN untuk Kedua Kalinya
Wita langsung melaporkan kejadian darurat tersebut kepada kepala sekolah dan warga sekitar. Masyarakat bersama pihak sekolah kemudian bergerak cepat bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya agar kebakaran tidak merembet ke blok bangunan lain.
Polisi Cium Aroma Sabotase
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, sumber api berasal dari tumpukan meja dan kursi di dalam ruang kelas. Tim penyidik kepolisian menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini dan tengah mendalami motif pembakaran tersebut.
Meskipun insiden ini tidak memakan korban jiwa, amukan api sempat merusak sejumlah fasilitas belajar mengajar siswa.
Rincian Kerusakan Fasilitas di Ruang Kelas 1:
- 3 unit meja belajar kayu (Rusak)
- 6 unit kursi belajar kayu (Rusak)
- Keramik lantai (Retak dan menghitam)
- Kaca jendela (Pecah akibat suhu panas)
- Total Kerugian Materi: Ditaksir mencapai Rp1.000.000
Petugas Polres Pangandaran yang menerima laporan langsung meluncur ke lokasi untuk menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mendata kerusakan fisik, serta memeriksa sejumlah saksi mata.
“Kami sudah merampungkan olah TKP awal dan meminta keterangan dari beberapa saksi di lokasi. Saat ini, tim penyidik masih terus bekerja keras untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, termasuk mendalami dugaan sabotase atau unsur pembakaran sengaja,” tegas Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, Senin (18/5/2026).
Peristiwa ini mendadak memicu perhatian sekaligus kekhawatiran warga setempat mengingat ruang yang terbakar merupakan tempat belajar anak-anak sekolah dasar. Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar segera melapor jika memiliki informasi valid yang berkaitan dengan insiden pembakaran tersebut.
(Sajidin)


