TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kolaborasi erat antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya, Kodim 0612 Tasikmalaya, dan masyarakat membuahkan hasil nyata. Sinergi lintas sektoral ini sukses menggelar panen raya jagung di hamparan lahan subur Kampung Cempaka, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Sabtu (16/5/2026).
Langkah konkret Forkopimda ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengakselerasi pemulihan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian kondisi global.
Baca Juga: 396 Karateka Bertarung di Tasikmalaya Open Tournament, Atmosfer GOR Dadaha Membara
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, memimpin langsung aksi panen raya ini. Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya, Camat Sukaraja, perwakilan Dinas Pertanian, tokoh agama, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta para kepala desa se-Kecamatan Sukaraja.
Agenda ini mempertegas komitmen aparat penegak hukum, komando teritorial, dan pemerintah daerah dalam mengawal program strategis pemerintah pusat untuk mewujudkan Swasembada Jagung Nasional pada tahun 2026.
Sebaran Lahan 5 Hektare Tembus 171 Ton
Pengelola mengoptimalkan lahan pertanian seluas 5 hektare (HA) yang tersebar secara terintegrasi di tiga wilayah hukum polsek jajaran. Hasil tanah yang subur ini mendulang total tonase yang luar biasa, yakni mencapai 171 ton 265 kilogram.
Rincian Sebaran Lahan Pertanian Jagung:
- Wilayah Hukum Polsek Sukaraja: 2 Hektare
- Wilayah Hukum Polsek Sodonghilir: 2 Hektare
- Wilayah Hukum Polsek Cikatomas: 1 Hektare
Capaian positif ini mengirimkan sinyal kuat bahwa Kabupaten Tasikmalaya siap memperkokoh posisinya sebagai salah satu lumbung pangan penyangga di Jawa Barat.
Menekan Potensi Kriminalitas Lewat Sektor Pangan
AKBP Wahyu Pristha Utama mengungkapkan bahwa sektor ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup akan meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menekan potensi kerawanan sosial dan tindakan kriminal.
“Panen raya komoditas jagung pada kuartal kedua ini bukan sekadar rutinitas pertanian biasa. Ini adalah manifestasi kolaborasi lintas sektoral yang kuat untuk mewujudkan stabilitas pangan di daerah,” ungkap AKBP Wahyu Pristha Utama.
Selama ini, Polres Tasikmalaya mengintegrasikan fungsi pembinaan wilayah dengan menerjunkan personel lapangan untuk mendampingi kelompok tani secara intensif. Polisi merangkul dan membina kelompok tani lokal agar menjadi percontohan (role model) yang ideal bagi kemajuan sektor agrobisnis daerah.
Merespons langkah kepolisian, Pemkab Tasikmalaya berkomitmen untuk menyokong bantuan infrastruktur tani pasca-panen agar produktivitas lahan terus terjaga secara berkelanjutan. Wahyu juga memuji keaktifan duet Bhabinkamtibmas dan Babinsa di lapangan yang terbukti ampuh meminimalisir kendala pertanian serta mendongkrak hasil panen KWT.
Gandeng Bulog demi Jaga Harga Jual
Guna menjamin kelancaran hilirisasi hasil pertanian, panitia turut menghadirkan perwakilan dari Gudang Bulog Ciamis ke lokasi panen. Kehadiran Bulog bertujuan mengawal harga jual di tingkat peternak maupun pasar umum tetap stabil.
Langkah strategis ini memastikan para petani di Desa Janggala mendapatkan margin keuntungan yang adil dari hasil keringat mereka.
“Kami berharap panen raya jagung ini mampu melipatgandakan stok pangan, memperkuat ketersediaan cadangan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga stabilitas harga pasar,” pungkas Wahyu.
(Seda)


