spot_imgspot_img
Selasa 5 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Krisis Sampah Kota Bandung, DPRD Desak Pemkot Buka Ruang Alternatif

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Krisis pengelolaan sampah kembali menghantui Kota Bandung setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti membatasi operasionalnya.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, mendesak adanya solusi alternatif di tengah keterbatasan pembuangan sampah yang kini hanya berlangsung Senin hingga Kamis.

Menurutnya, penutupan TPA Sarimukti setiap Jumat hingga Minggu membuat pengangkutan sampah menjadi terbatas dan berdampak pada penumpukan di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Pendapatan Bluebird Kuartal I 2026 Tembus Rp1,45 Triliun

“Sampah ini menjadi masalah karena Sarimukti ditutup hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Jadi kita hanya bisa membuang sampah Senin sampai Kamis,”kata Asep Selasa (5/5/2026).

Asep menegaskan, bahwa kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengelola sampah secara mandiri dari sumbernya, terutama di tingkat rumah tangga.

“Kita harus mendorong semua pihak, termasuk saya sebagai bagian dari masyarakat, untuk bisa mengolah sampah dari rumah masing-masing,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendukung program nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang. Namun, Asep mengakui implementasi program tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Baca Juga: Jalur BRT! Penertiban Lapak PKL Cicadas Kota Bandung Berlanjut

“Sambil berjalan, sekarang kita sedang proses program nasional PSEL. Namun itu membutuhkan waktu,” ucapnya.

Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung agar tidak hanya bergantung pada satu skema kerja sama dalam penanganan sampah, melainkan juga membuka peluang alternatif lain.

“Saya juga mendorong Pak Wali (Muhammad Farhan-red), kalau bisa mencari alternatif lain, jangan hanya bergantung pada satu kerja sama saja. Kalau ada peluang lain, harus bisa dimanfaatkan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru