spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Usung Tema ‘Nyuhun Buhun Nata Nagara’, Kirab Mahkota Binokasih Hidupkan Kembali Peradaban Sunda

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda sukses menyedot perhatian ribuan warga. Kegiatan yang gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini bukan sekadar acara budaya biasa, melainkan upaya nyata menghidupkan kembali sejarah dan identitas kuat masyarakat Sunda, Senin (4/5/2026).

Panitia Kirab Binokasih yang juga Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat Budi Kurnia menjelaskan bahwa kirab ini mengusung tema besar “Nyuhun Buhun Nata Nagara”. Melalui tema tersebut, panitia ingin mengingatkan publik bahwa masyarakat Sunda pada masa lampau telah memiliki peradaban yang sangat maju dengan sistem kehidupan yang tertata rapi.

Baca Juga: Apresiasi Pengamanan Lebaran, Polda Jabar Beri Penghargaan Prestisius untuk Polres Ciamis

“Kita pernah memiliki sistem kehidupan yang sangat baik. Sayangnya, saat ini banyak peninggalan sejarah yang sudah tidak utuh lagi,” ujar Budi.

Simbol Penghubung Zaman

Budi menyebut Mahkota Binokasih sebagai simbol krusial yang menghubungkan masa lalu dengan realitas masa kini. Mahkota yang tersimpan di Keraton Sumedang Larang tersebut merupakan bukti nyata kejayaan sejarah. Berdasarkan pengujian, mahkota peninggalan abad ke-14 itu memiliki kandungan emas murni sekitar 18,8 karat.

Rute kirab pun memiliki makna historis yang mendalam karena berfungsi sebagai napak tilas perjalanan mahkota dari masa ke masa. Rangkaian perjalanan bermula dari Sumedang, kemudian berlanjut ke Kawali Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, hingga berakhir di Bogor.

Strategi Pariwisata dan Ekonomi

Selain membawa pesan edukasi sejarah, pemerintah menjadikan kirab budaya ini sebagai strategi jitu untuk menarik wisatawan. Budi menilai bahwa pembangunan infrastruktur yang telah pemerintah lakukan harus mendapatkan dukungan dari kegiatan-kegiatan kreatif yang mampu mendatangkan massa.

“Pembangunan jalan yang bagus akan terasa sia-sia jika tidak ada orang yang berkunjung. Oleh karena itu, kami menghadirkan event besar seperti ini untuk memicu pergerakan orang dan menggairahkan sektor pariwisata,” tegas Budi.

Melalui perhelatan ini, panitia berharap masyarakat tidak hanya terhibur, tetapi juga tumbuh rasa bangga terhadap warisan leluhur yang mencerminkan jati diri bangsa.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru