TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) punya solusi terhadap larangan membawa HandPhone (HP) bagi anak didik. Yakni, Grab for School.
Grab for School untuk menjawab rasa kekhawatiran para orang tua soal mobilitas anak tanpa ponsel.
BACA JUGA:
Fiskal Daerah Terbatas, Viman Alfarizi Andalkan Sinergi Ulama untuk Bangun Kota Tasikmalaya
Sebagai informasi, saat ini sejumlah sekolah di wilayah Kota Tasikmalaya telah menerapkan larangan membawa HP bagi siswa.
Kebijakan tersebut di ambil untuk menjaga kualitas proses belajar mengajar dan menciptakan ketertiban di lingkungan sekolah.
Tanpa distraksi notifikasi dan media sosial, siswa di harapkan lebih fokus belajar di dalam kelas.
Namun aturan itu memunculkan dilema baru. Banyak orang tua khawatir kesulitan memantau anaknya saat pulang sekolah.
Biasanya, HP jadi alat komunikasi utama untuk menjemput atau memastikan anak sampai rumah dengan aman dan selamat.
Menjawab keresahan itu, Direktur Operasional Grab Indonesia, Richard Aditya mengenalkan Grab for School sebagai layanan khusus antarjemput siswa tanpa perlu membawa HP pribadi ke Sekolah.
“Program ini di rancang untuk mendukung kepatuhan terhadap regulasi sekolah. Sekaligus jadi solusi atas kekhawatiran orang tua mengenai pergerakan anak,” ungkap Richard Aditya.
Dia menjelaskan, lewat Grab for School pemesanan perjalanan di lakukan melalui sistem sekolah atau wali kelas, bukan dari HP siswa.
Orang tua tetap bisa memantau perjalanan anak secara real-time lewat aplikasi di ponsel mereka. Semua driver yang tergabung sudah terverifikasi dan mendapat pelatihan khusus untuk layanan antaranak sekolah.
Untuk menyosialisasikan program ini, Richard Aditya bersama Wali Kota Tasikmalaya,Viman Alfarizi Ramadhan menyerahkan laptop secara simbolis ke SMAN 1 dan SMPN 2 Kota Tasikmalaya.
“Laptop ini akan di gunakan anak-anak sekolah untuk melakukan pemesanan grab melalui sistem aplikasi untuk pengantaran pulang ke rumah. Pemesanan pun jadi tidak antre karena sudah di sediakan beberapa laptop,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Ketua DPC PPP Terpilih Wajib Nyalon Wali Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengapresiasi langkah Grab Indonesia dalam menyediakan layanan antarjemput anak sekolah.
“Saya apresiasi dan terima kasih bagi perusahaan Grab Indonesia yang telah memberikan support dan layanan antarjemput untuk pelajar melalui program Grab for School,” katanya.
“Grab for School memberikan kemudahan dan kelancaran peserta didik pulang ke rumahdengan aman dan selamat,” Viman menambahkan.
Menurutnya, larangan membawa HP ke sekolah bagi anak-anak kita jangan sampai membuat orang tua jadi khwatir karena tidak bisa komunikasi selama anakanya berada di sekolah atau tidak dapat memantau pergerakan mereka.
“Kita ingin lingkungan sekolah tertib dan anak-anak lebih fokus belajar. Meski begitu, keselamatan dan kenyamanan pulang-pergi sekolah juga harus menjadi perhatian kita. Dan Grab for School bisa menjadi win-win solution,” ujarnya.
Program Grab for school di sambut baik pihak sekolah yang ada di Kota Tasikmalaya.
Kepala SMPN 2 Kota Tasikmalaya, Affi Endah Navilah mengatakan, program Grab for School sangat membantu menjembatani aturan sekolah dengan kebutuhan orang tua dan anak didik.
“Anak-anak tetap disiplin dan lebih fokus saat KBM berlangsung walaupun mereka tidak bawa HP. Namun mobilitas mereka tetap aman dan terpantau saat pulang sekolah karena sudah di antar pihak grab,” jelas Affi.
Dia mengaku, Grab Indonesia tidak hanya menyediakan program for school. Namun juga berkontribusi dalam membantu kebutuhan-kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.
“Kami sangat terbantu. Sejumlah kebutuhan prasarana sekolah di bantu Grab Indonesia. Termasuk memberikan uang apresiasi bagi siswa yang rutin menggunakan Grab for school dan siswa yang berprestasi di sekolah,” terangnya.
Grab Indonesia menargetkan program ini di perluas ke semua sekolah yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya secara bertahap.
Dengan Grab for School, aturan larangan siswa membawa HP ke sekolah tetap jalan, orang tua juga tenang dan anak-anak tetap aman dan selamat sampai rumah.
(Seda)


