spot_imgspot_img
Selasa 14 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mukerda MUI, Bupati Garut Tekankan Sinergitas Antarumat

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di gedung Pendopo, Senin (13/4/2026) kemarin.

Bupati juga mengukuhkan Pengurus Komisi MUI Kabupaten Garut masa Khidmat 2025-2030.

BACA JUGA:

4.400 Polis Asuransi Mikro Diserahkan Bupati Garut

Syakur mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru. Dia menekankan, tantangan masa depan yang kompleks menuntut komunikasi, koordinasi dan konektivitas yang kuat antara pemerintah dan ulama.

Bupati Garut secara khusus menyoroti persoalan moral di tengah derasnya arus globalisasi dan percepatan informasi.

Untuk itu, pihaknya berpesan kepada jajaran MUI dari tingkat kabupaten hingga desa agar membentengi masyarakat dari dampak negatif teknologi.

“Informasi menyebar sangat cepat. Bukan hanya membawa dakwah kebaikan, terkadang banyak pula hal yang membawa kemudharatan/kerugian. Sehingga akan berdampak pada masyarakat. Terutama dalam akhlak dan pola hidup anak-anak,” kata Bupati Garut.

Pihaknya mengajak seluruh pimpinan MUI untuk senantiasa menjalin komunikasi dengan unsur pimpinan daerah. Mulai dari Kepala Desa, Camat hingga TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), demi mewujudkan Kabupaten Garut yang aman, damai, tertib dan nyaman.

Ketua MUI Kabupaten Garut, Amin Muhyiddin Maolani menegaskan, momentum tersebut bukan sekadar legitimasi administratif, melainkan energi baru untuk meningkatkan kinerja organisasi.

“Tentunya kita berharap kepada pengurus komisi MUI yang baru adalah legalitas ini menjadi daya dorong kinerja nyata atas apa yang bisa di laksanakan oleh kita,” ucap Amin.

BACA JUGA:

Bupati Garut Bimbing Manasik Haji 2026

Amin mengingatkan peran strategis MUI sebagai pelayan umat (Khadimul Ummah) dan mitra strategis pemerintah (Shodiqul Hukumah).

Sebagai pelindung umat (Himayatul Ummah), MUI memiliki tanggung jawab agar masyarakat tidak terkecoh oleh isu-isu yang menyesatkan. Baik dalam urusan agama maupun masalah sosial lainnya.

Pihaknya menggarisbawahi pentingnya toleransi sebagai perwujudan agama yang rahmatan lil’alamin. Dia mengajak seluruh pengurus untuk bersatu dalam keselarasan demi mencapai tujuan bersama.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru