TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Pondok Pesantren Idrisiyyah menghadirkan suasana berbeda pada Jumat (3/4/2026), Komandan Kodim (Dandim) 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, hadir di tengah ratusan santri untuk membawa misi penguatan nasionalisme yang berpadu dengan keteguhan iman.
Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menegaskan bahwa aspek religius dan jiwa nasionalis harus berjalan beriringan dalam jati diri setiap santri. Ia memotivasi para santri agar tidak hanya mendalami kitab kuning, tetapi juga memposisikan diri sebagai pilar utama penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: Daop 2 Bandung Catat Lonjakan Penumpang Selama 22 Hari Angkutan Lebaran 2026
“Santri harus menjadi garda terdepan dan teladan di masyarakat. Kalian wajib menjunjung tinggi persatuan serta toleransi di atas segalanya,” ujar Letkol Czi M. Imvan di hadapan para santri yang menyimak dengan antusias.
Bela Negara di Era Digital
Dandim menilai penanaman kesadaran Bela Negara sejak dini merupakan hal krusial, terutama menghadapi tantangan era digital. Semangat persatuan berfungsi sebagai “perisai” utama agar generasi muda tidak mudah terpecah belah oleh sebaran isu negatif atau ideologi asing yang merusak.
Menariknya, Letkol Czi M. Imvan juga menyelami sisi spiritual dengan membedah sejarah perjuangan para nabi. Ia mengajak para santri untuk membumikan sifat-sifat mulia tersebut dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, antara lain:
- Kejujuran & Kesabaran: Menjadi fondasi utama dalam memimpin diri sendiri maupun orang lain.
- Keteguhan Iman: Modal dasar untuk tetap berdiri tegak menghadapi gempuran ideologi luar.
- Kepedulian Sosial: Wujud nyata nilai kemanusiaan yang menjadi inti dari Pancasila.
“Sejarah para nabi merupakan kompas bagi kita. Teladan mereka adalah standar tertinggi, baik dalam beribadah maupun menjalankan tugas sebagai warga negara,” tambahnya.
Dialog Interaktif dan Penguatan Karakter
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Kodim 0612/Tasikmalaya dalam memperkuat karakter generasi penerus bangsa. Pemerintah melalui TNI berharap lulusan pesantren memiliki kecerdasan intelektual, kemudian juga kekuatan spiritual, sekaligus jiwa nasionalisme yang membara.
Antusiasme peserta memuncak saat sesi tanya jawab berlangsung. Diskusi dua arah tersebut membuktikan bahwa santri di Tasikmalaya memiliki rasa ingin tahu yang besar serta kepedulian tinggi terhadap masa depan bangsa Indonesia. Melalui kegiatan ini, Kodim 0612/Tasikmalaya optimistis para santri akan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang mencintai tanah air sepenuh hati.
(Abdul Latif)



