BANJAR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar terus mematangkan rencana pembangunan tiga proyek strategis bersama PTPN 1 Regional 2. Tiga proyek tersebut meliputi pembangunan reservoir oleh BBWS, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Wali Kota Banjar, Sudarsono, menegaskan bahwa audiensi dengan PTPN menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi terkait penggunaan lahan dan regulasi.
“Ketiga proyek ini harus melalui tahapan perizinan baik di tingkat daerah maupun pusat. Kami pastikan semua berjalan sesuai aturan,” ujar Sudarsono, Jumat (2/4/2026).
Baca Juga: Jalan Purnomosidi Banjar Amblas, Ancam Keselamatan Pengendara
Proyek reservoir senilai Rp24,5 miliar akan di bangun di lahan PTPN 1 dan di kelola BBWS. Direktur Perumdam Tirta Anom, E. Fitrah Nurkamilah, menyebut pembangunan ini akan meningkatkan cakupan air bersih di Kecamatan Langensari.
“Saat ini cakupan baru 12%. Targetnya bisa naik hingga 20%, bahkan jangka panjang mencapai 80%,” jelas Fitrah.
Ia menambahkan, lahan yang di gunakan aman dari tegakan pohon produktif maupun proyek lain.
Sementara itu, pembangunan PLTS oleh Indonesia Power membutuhkan perubahan status tanah dari HGU menjadi HGB. Pemerintah Kota Banjar menargetkan konstruksi bisa di mulai pada 2028.
Baca Juga: Truk Terjun ke Sungai Citanduy Banjar, Satu Korban Hilang Terbawa Arus
“Perubahan tata ruang dari zona perkebunan ke zona campuran sudah mulai kita proses,” tegas Sudarsono.
Manajer Perkebunan Batulawang PTPN 1 Regional 2, Anugerah, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh.
“Kami bersinergi untuk PLTS dan reservoir. Kajian AMDAL akan di lakukan agar dampak lingkungan terukur. Prinsipnya, kami mendukung karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
(Budiana Martin)



