spot_imgspot_img
Kamis 26 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lonjakan Wisatawan Membludak, Ratusan Anak Terpisah dari Orang Tuanya di Pangandaran 

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Lonjakan drastis wisatawan di Pantai Barat Pangandaran selama libur Lebaran 2026 memicu insiden ratusan anak terpisah dari orang tua mereka. Kepadatan pengunjung yang luar biasa membuat pengawasan keluarga sering kali terlepas di tengah kerumunan massa.

Petugas Balawista, Omen, mencatat lebih dari seratus anak di bawah umur sempat tersesat dan kehilangan arah. Tim penyelamat pantai menemukan sebagian besar anak tersebut dalam kondisi menangis histeris di sepanjang garis pantai saat mereka berusaha mencari keberadaan keluarga masing-masing.

Baca Juga: Pemkab Pangandaran Pastikan Layanan Shuttle Penumpang Gratis 100 Persen

“Anak-anak ini tampak kebingungan dan berupaya keras menemukan orang tua mereka di tengah lautan manusia. Kami sering kali menemukan mereka sedang menangis di bibir pantai karena terlepas dari pengawasan keluarga,” ungkap Omen, Kamis (26/3/2026).

Faktor Kepadatan dan Kelalaian

Omen menilai lemahnya pengawasan orang tua menjadi faktor utama yang memicu rentetan kejadian tersebut. Kondisi pantai yang sangat padat menuntut kewaspadaan ekstra, karena anak-anak dapat dengan mudah hilang dari pandangan hanya dalam hitungan detik.

Wakil Ketua DPRD Pangandaran, Jalaludin, yang memantau langsung kondisi di lapangan, meminta wisatawan untuk selalu mematuhi instruksi petugas. Ia menekankan bahwa keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama para pengunjung yang berlibur bersama keluarga.

“Kami meminta para orang tua mengikuti instruksi petugas demi keselamatan bersama. Jangan sampai kegembiraan berlibur berubah menjadi kepanikan karena kelalaian kecil,” tegas Jalaludin.

Kesaksian Orang Tua

Pepen, salah satu pengunjung, mengakui kelalaiannya saat sang anak sempat terpisah di kawasan pantai. Ia menceritakan momen kepanikannya saat menyadari buah hatinya tidak lagi berada di dekatnya.

“Ini murni kelalaian saya. Kami sekeluarga sempat sangat panik, namun beruntung petugas berhasil menemukan anak kami dengan selamat,” ujar Pepen sambil menahan tangis haru.

Evaluasi Pengelolaan Wisata

Meski petugas berhasil menemukan dan mengembalikan seluruh anak kepada orang tua mereka, peristiwa ini menjadi catatan merah bagi pengelolaan wisata saat musim liburan. Pihak berwenang memperluas imbauan serupa ke titik wisata lain seperti Pantai Karapyak, Batu Hiu, Batu Karas, hingga Madasari.

Petugas kembali mengingatkan para wisatawan agar tidak lengah sedikit pun, terutama saat menghadapi lonjakan pengunjung yang sulit terkendali di area terbuka seperti pantai.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru