MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Fenomena luar biasa melanda kaki Gunung Ciremai saat objek wisata Situ Cipanten mencatatkan rekor kunjungan fantastis. Destinasi yang berlokasi di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Majalengka ini menyedot perhatian 20.142 wisatawan hanya dalam waktu lima hari libur Lebaran.
Angka tersebut menunjukkan lonjakan sangat signifikan jika membandingkannya dengan tahun lalu yang berada di kisaran 14.000 pengunjung. Kini, Situ Cipanten resmi mengukuhkan posisinya sebagai “primadona” utama wisata alam di Jawa Barat.
Baca Juga: Magnet ‘Air Kaca’ Gunung Ciremai, Situ Cipanten Majalengka Sedot 14 Ribu Wisatawan Selama Lebaran
Puncak Kunjungan Tembus 7 Ribu Orang
Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, mensyukuri antusiasme masyarakat yang meluap tahun ini. Data pengelola menunjukkan bahwa puncak kepadatan terjadi pada periode tiga hari terakhir libur Lebaran.
“Alhamdulillah, ini momen yang luar biasa bagi wisata unggulan Majalengka. Kunjungan memuncak pada Minggu (22/3/2026) yang mencapai 7.031 orang dan Senin (23/3/2026) sebanyak 6.823 orang,” ujar Rudi, Kamis (26/3/2026).
Daya Tarik “Koi Sultan” dan Air Sebening Kaca
Transformasi Situ Cipanten menjadi destinasi kelas premium namun tetap terjangkau menjadi alasan utama meledaknya jumlah pengunjung. Beberapa daya tarik unggulan yang memikat wisatawan antara lain:
- Ribuan Koi Sultan: Kolam ini menjadi rumah bagi ribuan ikan Koi kelas kontes sumbangan tokoh hobiis, Hartono Soekwanto. Pengunjung bisa melihat langsung ikan berkualitas elit seharga mobil mewah hanya dengan tiket masuk Rp10.000.
- Kejernihan Alami: Memiliki tujuh sumber mata air, kolam seluas satu hektar ini menawarkan air yang transparan bak kaca, sehingga pergerakan ikan terlihat sangat nyata dan menenangkan.
- Fasilitas Glamping & Kebun Anggur: Selain menikmati danau, wisatawan kini bisa merasakan sensasi menginap eksotis di tepi air atau memetik buah langsung di Kebun Anggur Cipanten.
Antisipasi Kapasitas Parkir
Merespons lonjakan pengunjung yang sering kali meluap hingga ke jalan utama, pihak pengelola terus melakukan pembenahan sarana fisik. Rudi Yudistira Gozali mengakui bahwa perluasan area parkir menjadi tantangan terbesar saat ini.
“Pemerintah desa sedang berupaya keras menambah kapasitas lahan parkir. Kami ingin memastikan pengunjung tetap merasa nyaman dan aman tanpa terganggu kemacetan di area pintu masuk,” tegas Rudi.
Keberhasilan Situ Cipanten mengelola potensi alam dan ekosistem ikan Koi kelas dunia menjadikannya objek wisata unik yang tidak hanya menjual keindahan, tetapi juga pengalaman mewah yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
(Abdul Latif)



