BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tren positif menyertai perolehan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Provinsi Jawa Barat pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah. Peningkatan angka penghimpunan ini menjadi sinyal kuat tumbuhnya kesadaran sosial keagamaan masyarakat di Tanah Pasundan.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat mencatat kenaikan total dana yang terkumpul dibandingkan tahun sebelumnya. Momentum Hari Raya menjadi periode krusial bagi lembaga zakat di 27 kabupaten/kota untuk mengoptimalkan pengelolaan dan distribusi dana bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Perang Lawan Sampah Lebaran, Pemkot Bandung Siapkan Teknologi RDF dan Perluas Insinerator
Capaian Fantastis di 27 Kabupaten/Kota
Wakil Ketua 1 Baznas Jawa Barat, Ijang Faisal, mengumumkan bahwa total penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di wilayahnya telah menembus angka lebih dari Rp1,173 triliun. Ia menyampaikan kabar baik tersebut saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Gedung Sate, Bandung.
Angka fantastis ini merupakan akumulasi dari kerja keras Badan Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Bazis) yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat. “Perolehan ini naik sebesar 12 persen lebih jika kita bandingkan dengan capaian tahun lalu,” jelas Ijang Faisal.
Indikator Kepercayaan Publik
Ijang menilai peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kedewasaan umat dalam menunaikan kewajiban zakat. Selain itu, kenaikan angka ini menjadi indikator sahih bahwa masyarakat masih menaruh kepercayaan besar terhadap lembaga pengelola zakat resmi dalam menyalurkan dana mereka.
“Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada Bazis untuk penyaluran zakat tetap terjaga dengan sangat baik,” tambahnya.
Fokus pada Pemberdayaan Berkelanjutan
Baznas Jawa Barat memastikan bahwa penyaluran dana ZIS tidak hanya menyasar aspek konsumtif semata. Lembaga ini mengarahkan sebagian besar dana untuk program pemberdayaan umat yang bersifat berkelanjutan dan jangka panjang.
Melalui strategi tersebut, pemerintah dan Baznas berharap manfaat dana zakat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan dan mandiri. Optimalisasi distribusi ini bertujuan agar para penerima manfaat (mustahik) ke depannya dapat bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzakki).
(Jingga Sonjaya)



