spot_imgspot_img
Rabu 25 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wali Kota Bandung Ungkap Kematian Anak Harimau di Kebun Binatang Akibat Virus Bawaan Induk

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa kematian anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) murni akibat infeksi virus bawaan, bukan karena kelalaian perawatan. Penjelasan ini merespons kekhawatiran publik terkait standar pengelolaan satwa di destinasi tersebut.

Farhan menjelaskan bahwa induk harimau tersebut bertindak sebagai pembawa (carrier) virus panleukopenia yang umum menyerang keluarga kucing besar. Sejak lahir, kedua anaknya telah terinfeksi virus tersebut, namun hanya satu ekor yang berhasil bertahan hingga saat ini.

Baca Juga: BBKSDA Jabar Selidiki Kematian Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo

“Induknya menjadi carrier virus khas keluarga felin. Kedua anaknya terinfeksi sejak lahir; satu ekor tidak terselamatkan, sementara satu lagi sedang kami upayakan pemulihannya,” ujar Farhan saat meninjau Terminal Leuwipanjang, Rabu (25/3/2026).

Penanganan Medis Intensif

Guna mencegah kondisi semakin memburuk, petugas telah memisahkan anak harimau yang masih hidup dari induknya. Sementara itu, sang induk tetap dalam kondisi sehat karena sudah memiliki kekebalan alami terhadap virus yang menurunkan jumlah sel darah putih tersebut.

Farhan mengungkapkan bahwa tim dokter hewan memberikan perawatan komprehensif, meliputi pemberian antibiotik, antivirus, suplemen imun, hingga cairan rehidrasi. Berdasarkan pantauan terbaru pada pukul 14.19 WIB, kondisi satwa tersebut menunjukkan tren positif.

“Kondisinya sudah membaik dibanding kemarin. Gejala diare dan muntah sudah hilang, bahkan anak harimau tersebut mulai aktif makan dengan bantuan petugas (keeper),” imbuhnya.

Lewati Fase Kritis

Tim medis yang terdiri dari lima dokter hewan menyatakan bahwa anak harimau tersebut telah melewati fase kritis selama 72 jam pertama. Farhan menjamin seluruh petugas standby penuh untuk memantau perkembangan kesehatan satwa secara intensif agar kejadian serupa tidak terulang.

“Seluruh personel siaga 100 persen. Kami memantau setiap informasi dan memastikan tidak ada satwa yang terlantar di sana,” tegas Farhan.

Bahan Evaluasi Pengelolaan Satwa

Wali Kota Bandung menegaskan bahwa kasus ini menjadi bahan evaluasi serius antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam mengelola kebun binatang. Farhan mengaku prihatin atas insiden ini dan berkomitmen meningkatkan standar pengawasan kesehatan satwa di Kota Bandung.

“Kejadian ini sangat menyedihkan, namun harus menjadi perhatian bersama agar manajemen satwa ke depan semakin baik,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru