BANJAR, FOKUSJabar.id: Ribuan kaum muslimin di Kota Banjar melaksanakan Sholat Idul Fitri, Kamis (19/3/2026). Sholat Id kali ini di tetapkan berdasarkan metode rukyat global, setelah hilal terlihat di sejumlah negeri muslim, mulai dari Afghanistan hingga Mali.
Pelaksanaan sholat berlangsung khidmat dengan Kiai Husen Al-Banjari, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mabda, bertindak sebagai imam sekaligus khotib.
Dalam khutbahnya, Kiai Husen menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi atas kondisi umat Islam yang masih menghadapi berbagai ujian di sejumlah belahan dunia.
Baca Juga: Volume Kendaraan Pemudik Mulai Meningkat Lintasi Perbatasan Jabar-Jateng
“Jawabannya adalah karena umat Islam saat ini tercerai-berai, terpecah-belah, terpisah-pisah oleh batas-batas imajiner yang sengaja di buat oleh bangsa-bangsa kafir penjajah,” ujar Kiai Husen di hadapan jamaah.
Ia menilai perpecahan membuat umat Islam lemah menghadapi tekanan global. Kiai Husen kemudian menegaskan pentingnya persatuan umat di bawah kepemimpinan yang kuat.
Baca Juga: Lumpur Tebal Masuk Perumahan, Warga Kota Banjar Mengeluh
“Agar persatuan kaum Muslim sedunia tak hanya sebatas retorika, mereka tentu memerlukan kembali satu kepemimpinan Islam level dunia. Itulah Khilafah yang senantiasa di rindukan kembali kehadirannya,” jelasnya.
Menutup khutbah, ia mengajak jamaah menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat persaudaraan Islam.
“Marilah kita berjuang agar kehidupan umat kembali di atur oleh syariah Allah di semua lini,” pungkasnya.
(Budiana Martin)



