spot_imgspot_img
Rabu 11 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dishub Jawa Barat: Puncak Mudik Lebaran 18 Maret

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Mobilitas masyarakat saat perayaan Idul Fitri 2026 di perkirakan meningkat signifikan di Jawa Barat (Jabar).

Pemprov Jabar melalui Dinas Perhubungan telah memetakan pola pergerakan warga yang akan melakukan perjalanan selama periode lebaran.

BACA JUGA:

Jelang Mudik Lebaran, Pemkot Banjar dan Polres Renovasi Jembatan Gantung Penghubung Jabar–Jateng

Lonjakan perjalanan di perkirakan terjadi menjelang hari raya. Terutama saat masyarakat mulai meninggalkan kota untuk pulang ke kampung halaman.

Berdasarkan perkiraan, jutaan warga Jawa Barat akan melakukan perjalanan mudik pada periode tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar menyebut, puncak arus mudik di prediksi terjadi pada H-3 Idul Fitri, Rabu (18/3/2026).

Pada waktu itu, jumlah warga Jawa Barat yang melakukan perjalanan mudik di perkirakan mencapai 8,9 juta orang.

Dhani memperkirakan sebagian besar pemudik akan memilih waktu keberangkatan setelah sahur hingga pagi hari.

Rentang waktu antara pukul 04.00 hingga 10.00 WIB di prediksi menjadi periode paling padat dengan jumlah pergerakan masyarakat yang di perkirakan mencapai 21,68 juta jiwa.

Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik di imbau untuk lebih bijak dalam menentukan waktu keberangkatan agar tidak terjebak kepadatan lalu lintas.

Pergerakan pemudik di perkirakan lebih rendah pada rentang waktu pukul 00.00 sampai 04.00 WIB serta pukul 11.00 hingga 23.00WIB.

Sementara itu, arus balik Lebaran di perkirakan terjadi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama di prediksi berlangsung pada H+2 Idul Fitri, Selasa (24 Maret 2026). Sedangkan gelombang kedua terjadi pada H+6 atau Sabtu, 28 Maret 2026.

BACA JUGA:

Dedi Mulyadi Siapkan Jalur Darurat bagi Warga Jabar di Timur Tengah

Pada H+2, jumlah warga yang kembali ke tempat domisili di perkirakan mencapai 4,12 juta orang. Sementara pada H+6 jumlah pemudik yang kembali sekitar 3,9 juta orang.

“Waktu kepulangan pemudik di perkirakan terjadi setelah subuh menjelang siang pukul 05.00 sampai 10.00 WIB,” kata Dhani.

Secara keseluruhan, jumlah masyarakat yang kembali ke tempat tinggalnya dalam periode arus balik di perkirakan mencapai 19,34 juta jiwa.

Adapun waktu dengan jumlah pergerakan paling sedikit di perkirakan terjadi pada rentang pukul 23.00 hingga 00.00 WIB.

Dari sisi jalur perjalanan, Tol Trans Jawa yang meliputi ruas Japek–Cipali–Palikanci di prediksi menjadi rute paling padat. Sebanyak 14,18 juta pemudik di perkirakan melintasi jalur tersebut.

Selain itu, jalur Bandung–Cileunyi–Nagreg–Limbangan–Malangbong–Tasikmalaya–Ciamis–Banjar juga di prediksi ramai dengan jumlah pemudik sekitar 2,9 juta orang.

Sementara Tol Cikampek–Cipularang–Padaleunyi di perkirakan di lalui 1,96 juta pemudik.

“Sebagian besar pemudik akan mudik dengan menggunakan mobil dengan total 16,75 juta jiwa,” ujar Dhani.

Secara keseluruhan, jumlah warga Jawa Barat yang di perkirakan melakukan perjalanan selama periode Idul Fitri mencapai 25,6 juta orang.

Kabupaten Garut menjadi tujuan paling banyak di kunjungi dengan perkiraan jumlah pengunjung mencapai 2,94 juta jiwa. Dari total perjalanan tersebut, sekitar 24,86 juta orang atau 96,73 persen melakukan mudik.

Sementara itu, sekitar 0,5 juta orang bepergian untuk berwisata, 0,29 juta orang melakukan silaturahmi tanpa pulang kampung, 0,01 juta orang bepergian untuk bekerja, dan sekitar 0,05 juta lainnya melakukan perjalanan untuk berbagai keperluan lain.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru