spot_imgspot_img
Jumat 27 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Indonesia Berduka Atas Berpulangnya Mantan Wapres Try Sutrisno

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, dalam usia 90 tahun. Kepergiannya menjadi kabar duka bagi masyarakat Indonesia, mengingat perannya yang cukup panjang dalam perjalanan pemerintahan dan militer nasional.

Sosok kharismatik tersebut menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, sekitar pukul 06.58–07.00 WIB, setelah menjalani perawatan. Informasi wafatnya di sampaikan secara resmi kepada publik usai konfirmasi dari pihak keluarga dan rumah sakit.

Sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998, Try Sutrisno di kenal sebagai figur yang hadir dalam fase penting dinamika politik Indonesia. Kiprahnya pada masa itu menempatkannya sebagai salah satu tokoh sentral dalam struktur pemerintahan nasional.

Baca Juga: KrediOne-Bank Ganesha Kolaborasi Tingkatkan Inklusi Keuangan

Lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, perjalanan kariernya bermula dari dunia militer. Ia meniti berbagai posisi strategis sebelum akhirnya di percaya menduduki jabatan tinggi di tingkat nasional.

Karier Dalam Militer

Dalam karier kemiliterannya, Try Sutrisno pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat serta Panglima ABRI. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika ia kemudian memasuki ranah pemerintahan sipil sebagai wakil presiden.

Setelah wafat, jenazah di semayamkan di kediaman duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, lalu di shalatkan di Masjid Sunda Kelapa. Prosesi berlangsung khidmat dengan di hadiri keluarga dan sejumlah tokoh negara.

Pemakaman di laksanakan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Upacara tersebut di pimpin oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengabdiannya.

Di TMP Kalibata, almarhum di makamkan di area yang berdekatan dengan sejumlah tokoh nasional lainnya. Hal ini menjadi simbol penghargaan atas kontribusinya selama puluhan tahun bagi Indonesia.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga pemimpin negara sahabat. Mereka mengenang dedikasi dan peran Try Sutrisno dalam menjaga stabilitas nasional.

Baca Juga: Tolak Tawaran Profesor di Jerman, Brigjen  Bangkit Widodo Pilih Mengabdi untuk Negara

Sepanjang kariernya, ia di kenal sebagai figur militer yang kemudian bertransformasi menjadi negarawan. Rekam jejak tersebut membentuk warisan tersendiri dalam sejarah politik Indonesia.

Kepergian Try Sutrisno menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang tokoh yang pernah memegang tanggung jawab besar di negeri ini. Namanya kini tercatat sebagai bagian penting dari sejarah kepemimpinan nasional.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru