PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan larangan keras bagi seluruh kader partainya untuk terlibat dalam pengelolaan program MBG, termasuk di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Larangan tersebut berlaku menyeluruh, mulai dari jajaran pengurus DPC hingga kader yang duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Pangandaran. Jeje menyatakan sikap ini telah ia tetapkan sejak awal, bahkan jauh sebelum Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan mengeluarkan surat edaran resmi.
Baca Juga: Harga Bawang Merah Melonjak, Pelaku UMKM Keripik di Pangandaran Tertekan
“Kami sudah mengambil keputusan lebih dulu. Sebelum ada surat dari DPP, saya sudah melarang kader terlibat dalam MBG,” ujar Jeje saat ditemui, Sabtu (28/2/2026).
Jeje menjelaskan, kebijakan itu bertujuan mencegah potensi polemik yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan program MBG. Ia menyoroti berbagai isu yang belakangan berkembang, mulai dari dugaan ketidaksesuaian nilai menu dengan anggaran Rp10 ribu per porsi, kualitas sajian yang menuai sorotan, hingga ketidakjelasan teknis pelaksanaan di lapangan.
Atas dasar itu, Jeje meminta seluruh kader PDI Perjuangan mengambil peran sebagai pengawas, bukan pelaksana program, meskipun ia mengakui program MBG menyimpan potensi keuntungan ekonomi yang cukup besar.
“Kalau bicara keuntungan, informasinya memang besar. Tapi sebagai kader partai yang dekat dengan masyarakat, kami memilih tidak terlibat langsung. Posisi kami jelas, mengawasi dan mengingatkan agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai aturan, khususnya di Kabupaten Pangandaran,” tegasnya.
Jeje juga menekankan pentingnya peran partai politik sebagai kekuatan kontrol terhadap program pemerintah pusat. Menurutnya, keterlibatan seluruh elite politik dalam pengelolaan justru berisiko menghilangkan fungsi pengawasan yang independen.
“Kalau semua elite politik ikut mengelola, lalu siapa yang mengingatkan saat muncul masalah? Karena itu, kami fokus memastikan transparansi MBG, mulai dari menu, kualitas, sampai nilai gizi harus benar-benar sesuai ketentuan,” pungkasnya.
(Sajidin)


