spot_img
Selasa 20 Januari 2026
spot_img

Jawab Kesenjangan Industri Digital, Prodi PR Tel-U Kembangkan Kurikulum Adaptif

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program Studi (Prodi)  Digital Public Relations (DPR) Telkom University (Tel-U) terus memperkuat relevansi kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri digital yang dinamis.

Upaya tersebut di wujudkan melalui Workshop Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) semester genap 2025–2026 yang di gelar Senin-Selasa (19-20/01/2025).

Kegiatan yang di ikuti seluruh dosen pengampu mata kuliah ini menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu akademik sekaligus langkah konkret menjawab kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntuan industri digital. Terlebih di bidang  digital public relations.

Workshop ini secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Tel-U.

BACA JUGA: Tel U Choir Buat Bangga Indonesia di 9th International Krakow Choir Festival Polandia

Pendekatan tersebut menekankan bahwa setiap mata kuliah harus memiliki kontribusi nyata dan terukur terhadap penguatan kompetensi mahasiswa.

Kaprodi  Digital Public Relations Tel-U, Sri Dewi Setiawati menegaskan bahwa RPS tidak lagi diposisikan sekadar dokumen  administratif.

RPS Peta Pembelajaran Relevan

Melalui kurikulum adaptif, setiap mata kuliah di tuntut memiliki dampak yang jelas terhadap capaian pembelajaran mahasiswa.

“RPS menjadi peta jalan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri digital,” kata Sri.

Hadir dalam workshop tersebut praktisi industri Ujang Rusdianto sebagai narasumber eksternal. Dia menekankan pentingnya penyelarasan materi ajar dengan realitas dan tantangan dunia kerja.

Menurut dia, RPS ideal harus mampu mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek, studi kasus aktual, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar-mengajar.

“Mahasiswa perlu di biasakan dengan persoalan riil industri sejak di bangku kuliah. Dengan begitu, mereka tidak hanya paham konsep, tetapi juga siap secara praktik,” kata Ujang.

Hal senada di sampaikan Sekretaris Prodi DPR Moch Armien Syifaa Sutarjo. Dia mengatakan, pengembangan RPS dilakukan secara komprehensif dengan menyesuaikan kebutuhan industri terkini.

Sehingga materi pembelajaran mencakup penguasaan data dan analitik digital, dan manajemen reputasi daring. Kemudian juga mencakup strategi komunikasi berbasis platform digital, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam kehumasan, hingga kemampuan digital storytelling.

Pengembangan RPS ini juga memperkuat penerapan project-based learning, yang mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan nyata industri.

“Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dilatih berpikir kritis, adaptif, dan kolaboratif, sekaligus membangun portofolio karya yang relevan sebagai bekal memasuki dunia kerja,” kata Armien.

Tentu hal ini juga berdampak pada peningkatan kualitas asesmen pembelajaran. Evaluasi dirancang tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga kemampuan praktis, etika profesi, serta kesiapan kerja lulusan.

Melalui workshop ini, Prodi DPR Tel-U menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran dan relevansi kurikulum.

Dengan kurikulum adaptif berbasis dampak, Prodi DPR Tel-U optimistis mampu melahirkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap berkontribusi di tengah ekosistem industri digital, baik di tingkat nasional maupun global.

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru