spot_imgspot_img
Jumat 27 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pramugari Pesawat ATR 42-500 Florencia Lolita Wibisono Ditemukan

SULAWESI SELATAN, FOKUSJabar.id: Florencia Lolita Wibisono, Pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan akhirnya di temukan.

Mengutip tribuntrends.com, Florencia Lolita Wibisono di temukan dalam kondisi mengenaskan. Dia tersangkut di pohon tepi jurang.

BACA JUGA:

Kemenhub Sebut Pesawat ATR 42-500 Laik Terbang

Pramugari pesawat ATR 42-500 ini di temukan tim relawan dan SAR, Senin (19/1/2026).

Jenazah pramugari berusia 32 tahun itu di temukan di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

Anggota Tim Arai Sulsel, Saipul menjadi orang pertama yang menemukan korban kedua dari kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Tubuh korban tampak tersangkut di sela dahan pohon pada lereng curam dan sebuah nametag yang masih melekat di pakaiannya.

Proses pencarian di lakukan dalam kondisi yang sangat menantang. Pasalnya di selimuti kabut pekat, hujan, jalur licin serta jarak pandang yang terbatas.

Saipul bergerak menyusuri area sekitar puing pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).

Sekitar pukul 14.00 WITA, ia menemukan kejanggalan di lokasi yang berjarak kurang lebih 100 meter dari titik kepala pesawat.

“Korban kedua di temukan sekitar jam dua siang. Posisinya sekitar 100 meter sebelum titik kepala pesawat,” katanya.

Kecurigaan Saipul muncul saat melihat sejumlah pohon patah dan bebatuan yang berserakan. Kondisi tersebut mengisyaratkan adanya benda berat yang jatuh dari atas lereng.

Dia memperluas area pencarian ke sisi kanan jalur. Dan firasatnya terbukti, Saipul menemukan jasad korban di jurang pegunungan Bulusarang.

“Saya menduga ada korban. Lalu menyisir lereng sebelah. Dan di situlah saya menemukannya,” ungkapDia.

BACA JUGA:

Ini Sosok Florencia Lolita Wibisono Pramugari Pesawat ATR 42-500

Dari kejauhan, jasad korban terlihat dalam posisi tengkurap dan tersangkut di pohon.

Saipul memilih tidak langsung mendekat dan menunggu kedatangan personel SAR lainnya.

Setelah bersama tim Basarnas dan relawan mendekati lokasi, mereka memastikan korban berjenis kelamin perempuan.

Nametag yang masih terpasang dengan jelas menjadi petunjuk awal identitas korban.

“Nametag-nya masih utuh dan bisa terbaca. Yakni, Florencia,” katanya.

Saipul menuturkan, korban di temukan dalam kondisi mengenaskan akibat jatuh dari ketinggian.

Tubuhnya tertahan pohon di lereng terjal dengan posisi tengkurap dan kaki kanan mengalami patah.

Saat di temukan, korban masih mengenakan seragam hitam ATR 42-500, celana jeans serta sepatu kets hitam.

Untuk sementara, tubuh korban ditutup menggunakan plastik sambil menunggu kantong jenazah.

Setelah itu, jasad korban dimasukkan ke kantong mayat dan ditarik menuju jalur utama.

Evakuasi dilakukan dengan sistem tali menuju puncak sebelum dibawa turun melalui jalur pendakian.

Kondisi medan yang berat serta kabut tebal membuat helikopter tidak dapat digunakan.

Jenazah kemudian diamankan dengan digantung di pohon sambil menunggu proses evakuasi lanjutan pada hari berikutnya.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru