spot_img
Jumat 16 Januari 2026
spot_img

Dari Cuaca Ekstrem hingga MBG, Ini Penekanan Bupati Ciamis dalam Rakor Internal

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengawali tahun 2026 dengan memperkuat barisan pemerintahan daerah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) internal yang digelar di Gedung KH Irfan Hielmi, Kamis (15/01/2026). Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk menyatukan persepsi sekaligus memperkokoh kerja sama lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Rakor dihadiri lengkap oleh unsur pimpinan daerah, mulai dari asisten daerah, staf ahli, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, hingga kepala desa dan lurah dari seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: PSGC Ciamis Mantap ke 8 Besar Liga Nusantara, Target Naik Kasta Kian Nyata

Dalam arahannya, Herdiat mengawali dengan menyampaikan apresiasi atas kinerja dan soliditas aparatur pemerintahan. Ia menilai, sinergi yang terbangun selama ini menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

“Di tengah keterbatasan yang ada, bapak dan ibu tetap mampu menunjukkan kinerja yang baik dan bahkan menorehkan berbagai prestasi. Saya mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi yang sudah terjalin,” ungkapnya.

Herdiat juga mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Ciamis. Menurutnya, harus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat desa.

Ia menegaskan, peran camat dan kepala desa sangat krusial dalam memberikan edukasi serta peringatan dini kepada masyarakat agar selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Dukungan Penuh Terhadap Program Prioritas Nasional

Selain isu kebencanaan, Bupati Herdiat menekankan pentingnya dukungan penuh terhadap program-program prioritas nasional yang menjadi fokus pada tahun 2026. Beberapa di antaranya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), KDMP, dan Cek Kesehatan Gratis.

Untuk program MBG, hingga Januari 2026 tercatat sebanyak 167 SPPG telah aktif, dengan 133 unit di antaranya sudah beroperasi. Program ini sangat strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka stunting sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, program KDMP diarahkan untuk memperkuat rantai pasok kebutuhan pokok bagi SPPG. Saat ini, sebanyak 161 desa tengah menjalani proses pembangunan fasilitas KDMP yang diwajibkan berada di lokasi-lokasi strategis, khususnya di jalur protokol.

Adapun pada program Cek Kesehatan Gratis, Herdiat menyoroti masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat yang baru mencapai 37 persen, di bawah target minimal 40 persen. Ia meminta camat dan kepala desa lebih aktif mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut.

“Manfaatkan layanan kesehatan gratis ini. Kesehatan masyarakat adalah fondasi utama pembangunan,” tegasnya.

Herdiat kembali mengingatkan pelayanan dasar, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan, merupakan tanggung jawab utama pemerintah daerah. Di Kabupaten Ciamis sendiri terdapat lebih dari 700 sekolah, dengan 32 di antaranya masuk kategori rusak berat.

Ia menegaskan, seluruh aparatur pemerintahan wajib memberikan pelayanan yang adil dan merata tanpa diskriminasi.

“Tidak boleh ada perlakuan berbeda. Semua warga harus mendapatkan pelayanan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

spot_img

Berita Terbaru